SUKABUMI, || Sembilan penyandang disabilitas di Kabupaten Sukabumi selangkah lebih dekat untuk kembali memperoleh kemandirian dalam beraktivitas. BAZNAS Kabupaten Sukabumi memfasilitasi proses pengukuran kaki palsu dan sepatu Ankle Foot Orthosis (AFO) bagi para calon penerima manfaat di Gedung 1.000 BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program layanan kesehatan BAZNAS yang bekerja sama dengan Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Jawa Barat. Tim APDL melakukan pemeriksaan dan pengukuran secara langsung untuk memastikan alat bantu yang akan diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima.
Dari sembilan penerima manfaat, sebanyak lima orang menjalani pengukuran kaki palsu di bawah lutut, dua orang untuk kaki palsu di atas lutut, serta dua orang anak menjalani pengukuran sepatu AFO yang berfungsi membantu menopang dan memperbaiki fungsi gerak kaki.
Kegiatan pengukuran didampingi oleh Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari proses pendampingan kepada para penerima manfaat hingga alat bantu tersebut dapat digunakan.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Taufiq, S.E., M.Pd., mengatakan bahwa program bantuan alat bantu disabilitas merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang bertujuan mengembalikan kemandirian serta meningkatkan kualitas hidup mustahik.
“Dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan kepada BAZNAS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Melalui bantuan kaki palsu dan sepatu AFO ini, kami berharap para penerima manfaat dapat kembali bergerak lebih leluasa, mandiri, dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Taufiq, kolaborasi bersama APDL Jawa Barat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap alat bantu yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
BAZNAS Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, melalui sinergi dengan berbagai mitra. Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional mampu menghadirkan manfaat nyata serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan,”pungkasnya.
(Agus Salim)






