TASIKMALAYA, || Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT) menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kabupaten Cirebon di Sekretariat IKMT, Kampung Madewangi, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarsesama perantau Minangkabau sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Rombongan DPD IKM Kabupaten Cirebon dipimpin Ketua Pelaksana Kegiatan, Uswandi, bersama jajaran pengurus. Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan undangan secara langsung kepada Ketua IKMT Syahrial Koto beserta jajaran pengurus untuk menghadiri Milad ke-4 DPD IKM Kabupaten Cirebon yang akan dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengukuhan Ketua serta Pengurus DPD IKM Kabupaten Cirebon pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di GOR Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Ketua IKMT Syahrial Koto didampingi wakil ketua dan jajaran pengurus menyambut hangat rombongan tamu. Menurutnya, tradisi bersilaturahmi secara langsung merupakan nilai yang harus terus dijaga oleh masyarakat Minangkabau, terutama bagi warga yang berada di perantauan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan DPD IKM Kabupaten Cirebon yang telah berkenan datang langsung menyampaikan undangan. Ini menjadi bukti bahwa hubungan kekeluargaan antarsesama perantau Minang di Jawa Barat tetap terjalin dengan baik. Apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan, kami mohon maaf,” ujar Syahrial Koto.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan DPD IKM Kabupaten Cirebon, Uswandi, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar menyampaikan undangan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat komunikasi antarpengurus IKM di Jawa Barat. Ia berharap pengurus IKMT dapat hadir dalam rangkaian Milad ke-4 sehingga semakin memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antarkeluarga besar Minangkabau.

Selain agenda penyerahan undangan, kedua organisasi memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai forum diskusi mengenai tata kelola organisasi, strategi menghimpun masyarakat Minang di perantauan, hingga penyusunan program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota. Berbagai pengalaman dan praktik baik dibagikan sebagai bahan pembelajaran bersama agar organisasi semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, pengurus DPD IKM Kabupaten Cirebon juga memperoleh penjelasan mengenai perkembangan pembangunan Masjid IKM Tasikmalaya. Syahrial Koto memaparkan proses yang telah dilakukan, mulai dari pembelian lahan, penyelesaian administrasi, balik nama sertifikat, hingga persiapan pembangunan fisik.
Menurutnya, keberadaan masjid tersebut diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pelestarian budaya Minangkabau di Kota Tasikmalaya. Ia menilai pembangunan masjid merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Menutup pertemuan, Syahrial Koto menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi perekat persaudaraan dan memberikan kontribusi positif bagi anggotanya.

“Organisasi harus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai organisasi justru menjadi penyebab lahirnya perpecahan. Jika keberadaan organisasi tidak lagi membawa manfaat, maka kepentingan organisasi harus dikesampingkan demi menjaga persatuan dunsanak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta keteladanan. Melalui silaturahmi dan komunikasi yang terus terjalin, baik IKM Tasikmalaya maupun DPD IKM Kabupaten Cirebon berharap dapat membangun kerja sama yang semakin erat demi memperkuat persatuan perantau Minangkabau dan meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat di berbagai daerah.
(Rizal)






