Bupati Hendrajoni Lepas 86 Walinagari Ikuti Retret di Bukit Tinggi 

SERGAP.CO.ID

KAB PESSEL, ||  Bupati Hendrajoni melepas 86 Walinagari mengikuti kegiatan Retret Wali Nagari Tahun 2026 yang berlangsung selama enam hari di Baso, Bukittinggi. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dalam apel yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang menjadi yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Selatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai unsur undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahan Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa retret bukan sekadar kegiatan seremonial atau agenda rekreasi, melainkan sebuah upaya strategis untuk memperkuat kapasitas, mentalitas, serta menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah daerah dan pemerintah nagari.

“Retret ini merupakan yang perdana kita laksanakan di Kabupaten Pesisir Selatan. Kita berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas seluruh wali nagari untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” ujar Hendrajoni.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperkuat kemampuan kepemimpinan para wali nagari sekaligus menyamakan persepsi dalam menjalankan pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa visi, misi, program, dan arah kebijakan pembangunan pemerintah kabupaten harus berjalan seiring dengan program pembangunan di tingkat nagari.

“Jangan sampai visi, misi, program dan arah kebijakan pembangunan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah nagari berjalan sendiri-sendiri. Harus ada keselarasan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya

Hendrajoni juga mengingatkan bahwa esensi retret adalah proses pembinaan diri untuk mengisi kembali energi, memperkuat mental, dan meningkatkan disiplin para wali nagari sebagai ujung tombak pelayanan publik.

“Retret ini bukan ajang rekreasi atau liburan. Ini adalah instrumen penting untuk mengisi ulang energi, mental, dan kedisiplinan wali nagari karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ucapnya lagi.

Pada pelaksanaan retret tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkolaborasi dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Baso, Bukittinggi. Melalui kerja sama tersebut, para peserta akan mendapatkan berbagai materi mengenai ilmu kepamongprajaan, tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, hingga manajemen konflik di tingkat nagari.

Bupati berharap seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan. Ia secara khusus menekankan pentingnya memahami konsep kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan.

“Pahami konsep kepemimpinan yang melayani. Setelah retret ini, wali nagari harus pulang dengan mentalitas melayani, bukan ingin dilayani,” tambahnya.

Selain itu, Hendrajoni juga mengingatkan pentingnya penguatan pemahaman terhadap regulasi dan pengelolaan anggaran nagari guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari. Menurutnya, asas akuntabilitas harus menjadi pegangan utama setiap wali nagari dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di wilayah masing-masing.

(WH).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *