Politik Tanpa Kursi: Cara Hanura Jabar Isi Kas Partai Jelang 2029

Politik Tanpa Kursi: Cara Hanura Jabar Isi Kas Partai Jelang 2029

*BANDUNG* – Nol kursi di DPRD Provinsi. Itu realita pahit DPD Partai Hanura Jawa Barat hari ini. Tapi Ketua DPD Hanura Jabar H. Dian Rahadian, S.H., M.H. menolak pasrah.

Bacaan Lainnya

Dalam Konsolidasi Calon Pengurus 2025-2030, Jumat 29/5/2026, Dian membongkar resep bertahan partai non-parlemen: “Politik tanpa kursi, tapi kas partai nggak boleh kosong.”

Resep 1: Jual Tenaga, Bukan Janji

Tanpa akses APBD lewat legislatif, Hanura Jabar sasar pintu eksekutif. Targetnya SKPD dan BUMD se-Jabar.

“Kita sudah punya pengalaman 5.000 karyawan outsourcing. Yang penting kita perbesar jadi 100.000. Kalau sudah ratusan ribu karyawan, kas partai tidak akan kosong,” kata Dian di Kantor DPD Jabar, Jl. Pelajar Pejuang 45.

Logikanya: Pemerintah kontrak tenaga tiap tahun. Partai sediakan orang. Fee kontrak masuk kas partai. “Kontraknya per tahun, persiapan akhir tahun sudah mulai,” tambahnya.

Resep 2: Kuasai 627 Kecamatan Dulu

Verifikasi KPU 2027 jadi momok. Data 2024: struktur TKP Hanura Jabar baru 27,67%. Target Dian: 100%.

“Dorong dulu 4 DPC aktif ini bergerak. Setelah 27 DPC terbentuk, kita lanjut rapat kerja daerah. Target kami akhir tahun 2026 Hanura nasional sudah bisa umumkan lolos peserta pemilu,” tegasnya.

Total formasi DPD disiapkan 660 pengurus. Wajib 30% perempuan sesuai aturan KPU.

Resep 3: Bendera di Setiap Rumah

Strategi terakhir paling simbolis: rebranding. Logo kotak ganti “singa mengaum” untuk rebut milenial. Instruksi Dian ke kader: pasang bendera di tiap rumah.

“Buat apa kita ribut-ribut di dalam tapi naon untuk diributkan, nggak ada kue yang bisa dijemputkan. Sekarang saatnya kita kompak menatap 2029 lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri Forum Indonesia Menggugat, IPSI Jabar, pengusaha outsourcing, dan media Patroli. Jabar jadi kunci karena punya 36 juta DPT dan 120 kursi DPRD provinsi.

Hanura Jabar memilih jalur “politik akar rumput + ekonomi praktis”. Kalau resep 100 ribu karyawan outsourcing berhasil, ini bisa jadi blueprint partai non-kursi lain di Indonesia.

(Nelis) **

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *