KUPANG, || Sejarah baru dalam dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT) tertulis pagi ini. Di Aula Eltari Kupang, Senin (29/5), Mindriyati Astiningsih Laka Lena, istri Gubernur NTT Melki Lakalena, resmi dilantik sebagai “Ibunda Guru” Pengurus Besar Wilayah (PBW) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTT untuk masa bakti 2026–2030.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BPH PGRI NTT, Semuel Haning, menandai dimulainya era kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, dan figur publik untuk mengangkat martabat serta kualitas pendidikan di Bumi Flobamora.
Dalam sambutannya usai dilantik, wanita yang akrab disapa Bunda Asti ini menegaskan bahwa peran “Ibunda Guru” bukan sekadar simbolis, melainkan amanah moral untuk mendampingi perjuangan para pendidik.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pendidik karakter. Mereka adalah contoh nyata dan kekuatan utama dunia pendidikan,” ujar Bunda Asti dengan tegas.

Lanjutnya, Sebagai mitra pemerintah, saya berharap kehadiran saya dapat membantu mewujudkan program-program peningkatan profesionalisme guru, tenaga kependidikan, serta mendorong pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu di NTT.
Ia juga mengumumkan rencana pembentukan Pokja (Kelompok Kerja) Bunda Guru, sebuah wadah khusus yang akan fokus pada pendampingan psikologis, motivasi, dan peningkatan kapasitas guru di seluruh pelosok NTT.
“Kita harus bergerak bersama. Kolaborasi adalah kunci agar pendidikan NTT semakin ‘manis’ dan merata,” tambahnya.
Hadir mendampingi sang istri, Gubernur NTT Melki Lakalena memberikan konteks makro tentang komitmen pemerintah terhadap sektor ini.
Ia mengungkapkan fakta mencengangkan: dari total anggaran APBD NTT yang mencapai Rp5,6 triliun, sekitar Rp2,6 triliun atau hampir 20 persen dialokasikan khusus untuk pendidikan.
“Angka itu menunjukkan seriusnya kita. Tapi uang saja tidak cukup. Kita butuh hati, semangat, dan kolaborasi,” kata Gubernur sambil melepas 470 mahasiswa UPG 1945 yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (Kukerta).

“Di era sekarang, menjadi guru memang tantangan berat. Tapi dengan dukungan seperti ini, saya yakin kualitas pendidikan kita akan bangkit.” tambahnya lagi.
Sementara itu, Ketua PGRI NTT Semuel Haning menyatakan rasa syukur dan kebanggaan atas pelantikan ini. Baginya, kehadiran figur sekelas Ibu Gubernur sebagai “Ibunda Guru” adalah sinyal kuat perubahan.
“Jika NTT memiliki perempuan hebat seperti Bunda Asti di garda terdepan pendidikan, artinya NTT sedang menuju kejayaan,” kata Semuel.
“Saya yakin ini akan membawa semangat baru, motivasi baru, dan perubahan drastis. Dengan kolaborasi antara Gubernur, PGRI, dan para guru, penurunan kualitas pendidikan yang selama ini kita rasakan termasuk posisi NTT yang sering tertinggal dalam indeks nasional kan berbalik arah.” Pungkasnya Haning.
Pelantikan ini disambut hangat oleh Bupati kabupaten Kupang, Yoseph Lede, Gubernur NTT, Ratusan mahasiswa UPG 1845 , tokoh masyarakat, dan perwakilan instansi terkait.
Semua hadir dengan satu harapan agar “Ibunda Guru” menjadi jembatan emas yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan realitas di ruang kelas, demi masa depan anak-anak NTT yang lebih cerah.
(Desy)






