KAB. OKI, || Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menjajaki kerja sama dengan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang guna memperkuat implementasi pemerintahan digital dan pengembangan layanan publik berbasis teknologi di daerah tersebut.
- Kodim 1601/Sumba Timur Amankan Keberangkatan Calon Jemaah Haji di Bandara Umbu Mehang Kunda
- Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu Melaksanakan Komsos Dengan Masyarakat di Desa Hadakamali
- Perhatian SPM Sumsel: Harta Kepala Badan Kesbangpol OKI Tembus Rp2,1 Miliar, Kepemilikan Sembilan Bidang Tanah Jadi Sorotan
Penjajakan kerja sama itu mencakup pengembangan layanan publik digital, penguatan keamanan siber, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pengembangan sumber daya manusia digital, hingga penerapan Internet of Things (IoT).
Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, mengatakan transformasi digital saat ini menjadi kebutuhan penting pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Layanan publik digital merupakan bagian dari program prioritas daerah sebagaimana tertuang dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati OKI,” kata Adi saat melakukan kunjungan ke kampus UIGM di Palembang, Rabu (07/05/2026).
Menurut Adi, pengembangan pemerintahan digital tidak hanya sebatas membangun aplikasi pelayanan, tetapi juga harus diikuti integrasi data, penguatan tata kelola sistem, keamanan informasi, serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintah agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten OKI juga sedang berupaya meningkatkan capaian Indeks Pemerintahan Digital Indonesia (Pemdi) sebagai salah satu indikator nasional dalam transformasi birokrasi berbasis digital.
“Pemerintahan digital harus mampu menghadirkan layanan yang cepat, terintegrasi, aman, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Adi mengakui proses transformasi digital masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur teknologi, peningkatan literasi digital aparatur, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi informasi.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk memperkuat dukungan akademik, riset, dan pendampingan teknis bagi pemerintah daerah.
“Sinergi pemerintah daerah dengan sivitas akademika dan para ahli teknologi menjadi salah satu kunci mewujudkan OKI Smart City,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan UIGM, Herri Setiawan, menyatakan kampus siap mendukung pengembangan pemerintahan digital di Kabupaten OKI melalui pendampingan teknis, riset, dan penguatan inovasi teknologi.
“Kami siap memberikan arahan dan pendampingan agar pelayanan publik berbasis aplikasi berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Herri.
Ia menilai kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah akademisi dan pimpinan lembaga di UIGM, di antaranya Prof. Darius Antoni, Ricky Maulana Fadjri, Dr. Gasim, serta beberapa pimpinan program studi dan lembaga penjamin mutu kampus.





