1 Unit Rumah Permanen di BTN Sarata Ludes, Satu Keluarga Nyaris Terbakar

SERGAP.CO.ID

KOTA BIMA, || Kebakaran hebat melanda satu unit rumah permanen di RT 17, Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 00.04 WITA. Insiden yang terjadi saat warga terlelap itu menghanguskan seluruh bangunan dan isinya, menyisakan trauma serta kerugian besar bagi satu keluarga.

Bacaan Lainnya

Rumah milik Gerson ludes dilalap api tanpa tersisa. Meski demikian, Gerson bersama istri dan empat anaknya berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api. Mereka kini hanya memiliki pakaian yang melekat di badan.

“Tidak ada yang tersisa, selain Gerson, istri, dan keempat anaknya,” ujar Ketua RT 17, Yudha LM Tudiansyah, Rabu (6/5/2026).

Dalam peristiwa tersebut, Gerson mengalami luka bakar serius di bagian punggung, tangan, dan kaki. Sementara sang istri, Yustina Ina, mengalami luka memar setelah terjatuh saat berupaya menyelamatkan anak-anaknya di tengah kepanikan.

Keduanya kini menjalani perawatan di RSUD Kota Bima bersama anggota keluarga lainnya yang turut mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Selain korban jiwa yang nyaris terjadi, kebakaran ini juga menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Rumah permanen senilai sekitar Rp200 juta hangus, bersama berbagai perabot rumah tangga seperti springbed, lemari, televisi, hingga perhiasan emas.

Kerugian semakin besar dengan ikut terbakarnya lima unit sepeda motor—di antaranya Honda Genio, Beat, Vario, Supra, dan Revo—serta puluhan ternak berupa ayam kampung dan bebek. Dari total kendaraan tersebut, tiga unit diketahui merupakan motor gadai milik orang lain, menambah beban tanggung jawab korban.

Tak hanya itu, sejumlah dokumen penting seperti sertifikat tanah, ijazah, KTP, dan kartu keluarga juga turut hangus terbakar, yang berpotensi menyulitkan proses administrasi korban ke depan.

Di sisi lain, penyebab kebakaran hingga kini belum dipastikan secara resmi. Warga setempat menduga api cepat membesar karena sebagian material rumah yang mudah terbakar serta kondisi malam hari yang membuat respons awal terbatas. Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait sumber api maupun langkah investigasi lanjutan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Minimnya alat pemadam awal dan lambatnya deteksi dini seringkali memperparah dampak kebakaran.

Saat ini, keluarga Gerson membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali kehidupan mereka. Dukungan tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk material, tetapi juga pendampingan untuk pemulihan pascakejadian.

Kebakaran ini menjadi pengingat keras bahwa risiko bencana dapat terjadi kapan saja, dan tanpa kesiapan yang memadai, dampaknya bisa meluluhlantakkan kehidupan dalam hitungan menit.

(Sukirman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *