KARERA, ||Upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sumba Timur terus dilakukan melalui kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Babinsa Koramil 06/Karera, Serka Dominggus Lay, yang turun langsung ke sawah membantu petani menanam padi di Desa Ananjaki, Kecamatan Karera, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan teritorial TNI kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Kehadiran Babinsa di lapangan tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan petani.
Serka Dominggus Lay mengatakan, keterlibatan TNI dalam aktivitas pertanian merupakan bentuk komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar tetap produktif.
“Kami hadir tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga memberi semangat agar petani terus mengelola lahannya dengan optimal demi meningkatkan hasil panen,” ujarnya.
Dari sisi petani, kehadiran Babinsa dinilai memberikan dampak positif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Para petani Desa Ananjaki mengaku terbantu dengan keterlibatan aparat TNI yang ikut bekerja di sawah, terutama dalam mempercepat proses tanam di tengah keterbatasan tenaga kerja.
Selain itu, kehadiran Babinsa juga dianggap mampu meningkatkan semangat kerja petani. Mereka merasa diperhatikan dan didampingi, sehingga lebih termotivasi untuk mengelola lahan pertanian secara maksimal.
Namun demikian, para petani juga menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan sarana produksi, akses air, serta fluktuasi hasil panen. Mereka berharap dukungan tidak hanya datang dalam bentuk tenaga, tetapi juga melalui kebijakan dan fasilitas yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Kegiatan gotong royong antara Babinsa dan petani ini berlangsung dengan penuh kebersamaan. Proses penanaman padi dilakukan secara manual di lahan milik warga, mencerminkan semangat kolaborasi yang masih kuat di pedesaan.
Secara umum, keterlibatan TNI dalam sektor pertanian dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga stabilitas pangan di daerah. Namun, keberhasilan program ketahanan pangan tetap memerlukan sinergi lebih luas antara pemerintah daerah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sumba Timur. Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
(Ms)





