Penyaluran Dana Desa di Haharu Diawasi Bersama, Warga Harap Manfaat Maksimal

SERGAP.CO.ID

WAINGAPU, || Upaya memastikan penyaluran Dana Desa (DD) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjalan transparan dan tepat sasaran menjadi perhatian dalam rapat yang digelar di Desa Praibakul, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (4/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 05/Waingapu, Sertu Nando Ndahawali, bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa.

Bacaan Lainnya

Rapat ini membahas pembagian BLT kepada masyarakat penerima manfaat sekaligus pelaksanaan Rapat Rutin Rumah Desa Sehat (RDS) Tahun Anggaran 2026. Kehadiran Babinsa dinilai sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan pendampingan aparat kewilayahan guna memastikan program pemerintah berjalan sesuai aturan.

Sertu Nando Ndahawali menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan desa merupakan bentuk dukungan terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk mendukung transparansi serta memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah desa, program Dana Desa dan BLT dinilai menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak kondisi ekonomi. Kepala Desa Praibakul menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi agar sesuai dengan kriteria penerima manfaat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Haharu, pendamping desa, ketua korcam, serta masyarakat penerima manfaat BLT. Forum ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan warga untuk menyampaikan informasi sekaligus menerima masukan terkait pelaksanaan program.

Di sisi lain, masyarakat menyambut baik penyaluran bantuan tersebut, namun tetap berharap agar prosesnya dilakukan secara terbuka dan adil. Beberapa warga mengungkapkan pentingnya pembaruan data penerima manfaat agar bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan.

“Kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan data penerima terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan,” ujar salah satu warga.

Selain membahas bantuan sosial, rapat Rumah Desa Sehat (RDS) juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa. Program ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Meski program Dana Desa dan BLT dinilai memberikan dampak positif, tantangan dalam pelaksanaannya masih menjadi perhatian, seperti validitas data, keterbatasan anggaran, hingga mekanisme distribusi di lapangan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi kunci utama.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini juga mencerminkan peran TNI tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Melalui forum ini, diharapkan koordinasi antar pihak semakin kuat, sehingga program Dana Desa dan BLT dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi warga menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut.

Dengan kolaborasi yang terus terjaga, pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *