Jangan “Amnesia” Tanggung Jawab: Proyek Jalan Mauponggo–Puuwada Disorot Warga

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pembangunan infrastruktur jalan sejatinya menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Harapan itu kini disematkan pada proyek ruas jalan Mauponggo–Puuwada.

Bacaan Lainnya

Namun, di balik ekspektasi besar masyarakat, pelaksanaan proyek tersebut justru menyisakan pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Sorotan publik kini mengarah kepada CV Anugerah Cipta Jaya sebagai pelaksana proyek. Sejumlah item penting, seperti pembangunan deker dan saluran drainase, hingga kini belum diselesaikan. Padahal, komponen tersebut memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan jalan dari ancaman kerusakan akibat air.

Kondisi ini paling dirasakan oleh warga Desa Ngera. Mereka harus menghadapi risiko kerusakan jalan lebih cepat akibat tidak adanya sistem drainase yang memadai.

Kekhawatiran pun muncul, bukan hanya soal kualitas proyek, tetapi juga komitmen kontraktor dalam menuntaskan pekerjaan secara menyeluruh.

Istilah “amnesia” pun mencuat dari masyarakat sebagai bentuk kritik tajam. Mereka berharap CV Anugerah Cipta Jaya tidak melupakan kewajiban yang masih tersisa, terlebih proyek ini dibiayai dari anggaran negara yang seharusnya memberi manfaat maksimal bagi rakyat.

Pihak kontraktor sendiri menyatakan kesiapan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Namun, rencana tersebut akan dilakukan setelah adanya pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pernyataan ini memicu beragam reaksi. Warga menilai, komitmen tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus segera dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan.

Masyarakat pun berharap penyelesaian proyek tidak bergantung pada hasil audit semata. Inisiatif dari kontraktor dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan.

Di sisi lain, pemerintah daerah didorong untuk tidak tinggal diam. Pengawasan ketat dan transparansi menjadi kunci agar seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai kontrak. Penegakan aturan, termasuk pemberian sanksi jika terjadi pelanggaran, dinilai penting untuk menjaga kualitas proyek ke depan.

PERMASNA Kupang Ikut Bersuara
Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo (PERMASNA) Kupang turut angkat suara. Ketua Umum PERMASNA Kupang periode 2025/2026, Silverius Y.T. Jogo, menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan tidak boleh dianggap remeh.

“Sebagai putra daerah, kami punya tanggung jawab moral untuk mengawal pembangunan di Nagekeo. Kami meminta CV Anugerah Cipta Jaya segera menyelesaikan kewajibannya tanpa harus menunggu tekanan atau hasil pemeriksaan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah yang dinilai harus lebih aktif dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, jangan sampai proyek dianggap selesai secara administratif, sementara kondisi di lapangan masih menyisakan masalah.

“Ini bukan sekadar soal pekerjaan fisik, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara,” tambahnya.

PERMASNA Kupang bahkan menyatakan siap melakukan advokasi jika persoalan ini terus berlarut. Mereka berkomitmen mengawal hingga masyarakat benar-benar mendapatkan haknya.

Harapan Warga: Sederhana tapi Mendesak
Bagi masyarakat Desa Ngera, tuntutan mereka tidak muluk. Mereka hanya ingin jalan yang dibangun benar-benar tuntas dan layak digunakan, lengkap dengan fasilitas pendukung yang memadai.
Kini, harapan itu bertumpu pada realisasi janji kontraktor. Kepercayaan publik hanya bisa dipulihkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

Sinergi antara kontraktor, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci penyelesaian persoalan ini. Proyek Mauponggo–Puuwada seharusnya menjadi simbol kemajuan, bukan meninggalkan persoalan baru.
Semoga CV Anugerah Cipta Jaya tidak “amnesia” terhadap tanggung jawabnya dan segera menuntaskan apa yang menjadi kewajibannya.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *