Refleksi Setahun Buku Melki-Jhoni “Asa dan Rasa” Resmi Diluncurkan

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Berjudul “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” resmi diluncurkan sebagai dokumentasi sekaligus refleksi perjalanan satu tahun pemerintahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Peluncuran buku ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma, yang menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar laporan kinerja, melainkan ruang refleksi yang jujur antara harapan dan realitas pembangunan.

“Yang kita diskusikan hari ini bukan sekadar dokumentasi kinerja. Ini adalah upaya membaca perjalanan awal pemerintahan—antara harapan dan kenyataan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, buku ini menghadirkan perspektif yang lebih luas tentang pembangunan, tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut dirasakan, dimaknai, dan direspons oleh masyarakat.

Ia menyebut, “asa” mencerminkan harapan politik yang dititipkan rakyat, sementara “rasa” merepresentasikan pengalaman nyata yang hidup di tengah masyarakat. Perpaduan keduanya menjadi kekuatan dalam mengevaluasi arah pembangunan ke depan.

Lebih lanjut, Wagub mengakui bahwa satu tahun pemerintahan merupakan tahap awal yang masih berfokus pada peletakan fondasi. Meski sejumlah kemajuan mulai terlihat, seperti peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga reformasi birokrasi, tantangan ke depan tetap membutuhkan konsistensi dan keberlanjutan.

“Yang kita diskusikan hari ini bukan sekadar dokumentasi kinerja. Ini adalah upaya membaca perjalanan awal pemerintahan—antara harapan dan masyarakat.

Ia menyebutkan, buku tersebut memuat berbagai catatan kritis, testimoni, serta refleksi yang menggambarkan kondisi riil di lapangan, termasuk tantangan besar seperti persoalan sosial dan pembangunan yang belum merata.
“Buku ini menjadi pengingat bahwa seberapa tinggi harapan dan mimpi, kebijakan harus tetap berpijak pada realitas di akar rumput,” ungkapnya.

Menurut Rudi, proses penyusunan buku ini melibatkan berbagai sudut pandang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga masyarakat, sehingga menghadirkan narasi yang lebih utuh dan berimbang.

Peluncuran buku ini juga menjadi ajakan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus terlibat dalam pembangunan daerah. Pemerintah, kata Wagub, tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Dialog seperti ini penting agar kita bisa terus belajar bersama dan membangun NTT yang lebih maju, sehat, dan cerdas,” pungkasnya.

Buku “Asa dan Rasa” diharapkan tidak hanya menjadi catatan perjalanan, tetapi juga cermin evaluasi serta inspirasi untuk memperkuat arah pembangunan NTT ke depan.*

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *