BIMA || Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang emas di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, kembali menguat. Sejumlah mahasiswa dan pemuda Parado turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa Pada Sabtu, (28/3/2026).
Aksi tersebut berlangsung dengan membawa spanduk penolakan dan menggunakan kendaraan terbuka yang dilengkapi pengeras suara.
Massa menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan emas di wilayah mereka.
Dalam aksi itu, aparat keamanan terlihat melakukan pengawalan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Meski berlangsung di jalan desa, arus aktivitas warga tetap berjalan dengan pengaturan di lapangan.
Para demonstran menegaskan bahwa wilayah Parado bukan tempat untuk eksploitasi tambang yang berpotensi merusak alam.
Mereka meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menghentikan segala bentuk aktivitas pertambangan emas di kawasan tersebut.
“Ini soal masa depan lingkungan dan generasi kami. Kami menolak tambang emas di Parado,” teriak salah satu orator dalam aksi, yang dilansir Berita Media Metromini.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat anggota Polsek Parado bersama Anggota Posramil Parado 1608-07/Monta dan berakhir tanpa insiden besar.
Selamat berlangsung aksi unjuk rasa situasi arus lalulintas berjalan normal tanpa gangguan kamtibmas.
Namun, massa menegaskan akan terus melakukan perlawanan jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
(Man)






