Wabup Sumba Tengah Hadiri HUT Ke-52 PPNI,Soroti Kesejahteraan Perawat dan Isu PPPK

SERGAP.CO.ID

KAB.SUMBA TENGAH NTT, || Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia tingkat Kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Lawonda, Desa Mata Waikajawi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Selasa (17/3/2026).

Bacaan Lainnya

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Hadir pula Camat Umbu Ratu Nggay Barat, Kepala Desa Mata Waikajawi, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sumba Tengah, Plt. Direktur RSUD Waibakul, Ketua BPMJ GKS Jemaat Maderi, serta anggota PPNI Kabupaten Sumba Tengah.

Ketua DPD PPNI Sumba Tengah, Adriana Rambu Juni Rana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati dan Ketua DPRD yang telah memenuhi undangan untuk memeriahkan HUT ke-52 PPNI.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada para perawat yang bertugas di berbagai pelosok wilayah Sumba Tengah. Selain itu, ia juga menyoroti isu dirumahkannya tenaga PPPK, khususnya perawat yang berjumlah 187 orang, agar tidak terjadi.

Adriana juga menyampaikan harapan bagi 302 perawat yang ingin melanjutkan pendidikan profesi ners agar mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumba Tengah, Arpud U. R. Mangalema menegaskan bahwa perawat merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Ia mengajak para perawat untuk melayani masyarakat dengan sikap ramah, penuh senyum, dan profesional.

“Pelayanan yang baik akan membantu proses kesembuhan pasien. Mari kita terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Umbu Djoka mengajak seluruh pihak untuk terus berjuang bersama di tengah keterbatasan anggaran, dengan tetap meningkatkan semangat pengabdian dan pengorbanan.

Ia menekankan pentingnya sikap humanis, ramah, cekatan, dan profesional bagi para perawat, karena keselamatan masyarakat berada di tangan mereka.

Terkait isu insentif perawat, PPPK, serta pendidikan ners, Wakil Bupati menyatakan akan memperjuangkan hal tersebut ke depan.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan stunting di Sumba Tengah yang saat ini berada pada peringkat ketujuh dari 22 kabupaten/kota. Ia berharap para perawat terus meningkatkan kualitas pelayanan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Berikan pelayanan terbaik kepada siapa saja tanpa memandang perbedaan,” tutupnya.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *