KONI NTT Tegaskan Hanya Satu PERTINA yang Diakui, Gubernur Siapkan Langkah Hukum Soal Polemik Tinju

Caption : Sekretaris KONI NTT, Alfonsus Theodorus, bersama ketua Pertina NTT Semuel Haning

SERGAP.CO.IID

KUPANG, ||  Polemik terkait organisasi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) yang sempat disinggung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengenai adanya dualisme kepengurusan mendapat tanggapan tegas dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur.

Bacaan Lainnya

KONI NTT menegaskan bahwa secara kelembagaan hanya satu PERTINA yang direkomendasikan dan diakui oleh KONI untuk mengikuti agenda resmi olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal imi di ssampaikan Sekretaris KONI NTT, Alfonsus Theodorus, menegaskan bahwa posisi KONI NTT sangat jelas terkait organisasi cabang olahraga tinju di daerah tersebut.

“Penegasan ini sudah kami sampaikan berulang-ulang. Yang direkomendasikan oleh KONI dan diakui oleh KONI hanya satu PERTINA. Sehingga pada PON nantinya, PERTINA itulah yang akan mewakili,” ujarnya.

Menurut Alfonsus, secara kelembagaan dalam sistem organisasi olahraga nasional, KONI hanya dapat berpedoman pada organisasi yang memiliki rekomendasi resmi serta tercatat secara administrasi dalam struktur pembinaan olahraga.

Ia juga mengungkapkan bahwa Ketua Umum KONI NTT yang juga Gubernur NTT, Melki Laka Lena, tengah berupaya menempuh langkah hukum untuk meminta kejelasan terkait polemik yang berkembang di tingkat nasional.

“Ketua Umum KONI NTT sedang mencoba melakukan langkah hukum untuk meminta kejelasan, supaya semua proses pembinaan olahraga bisa berjalan dengan baik. Saat ini surat yang masuk di KONI hanya ada dua terkait PERTINA, dan kami berpedoman pada dokumen yang ada,” jelasnya.

Di tengah polemik tersebut, KONI NTT tetap memberikan apresiasi terhadap strategi dan kesiapan PERTINA NTT dalam melakukan penjaringan dan penyaringan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.

Alfonsus menilai target perolehan medali emas yang dicanangkan KONI NTT masih sangat realistis. KONI menargetkan sekitar 37 medali emas dari berbagai cabang olahraga pada PON mendatang.

“Target ini masih sangat realistis untuk dicapai karena strategi KONI akan difokuskan pada cabang-cabang olahraga yang memiliki keunggulan atau privilege. Kami melihat persiapan mereka cukup baik dan sedang dianalisis oleh tim prestasi KONI,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setelah Hari Raya Idul Fitri, KONI NTT akan mulai menjalankan berbagai langkah strategis dalam program pembinaan atlet menuju PON 2028.

“Setelah Lebaran akan ada langkah-langkah strategis mulai tahun 2026 hingga puncaknya pada September 2028 nanti,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi tetap akan mengikuti Pra-PON, bahkan dalam skema try out, sebagai bagian dari proses pematangan atlet.

“Skema itu nantinya akan didiskusikan bersama cabang olahraga, sehingga target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” katanya.

Sementara itu, Ketua PERTINA NTT, Semuel Haning, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjalankan amanat pembinaan olahraga tinju di NTT serta memberikan kontribusi nyata bagi prestasi daerah di tingkat nasional.

Haning menyatakan PERTINA NTT siap memikul tanggung jawab besar dalam menghadapi PON 2028 dengan target minimal empat medali emas.

“PERTINA siap memikul beban dan tanggung jawab ini. Target minimal kami adalah empat medali emas untuk kepentingan dan kebanggaan masyarakat Provinsi NTT,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa PERTINA NTT akan terus memperkuat pembinaan atlet, memperluas proses seleksi, serta meningkatkan kualitas latihan agar para petinju NTT mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami bekerja untuk membawa nama baik NTT. Tinju selama ini menjadi salah satu cabang olahraga andalan, sehingga kami optimistis dapat memberikan hasil terbaik bagi daerah,” pungkasnya.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *