Kunjungi SMK Negeri 5 Kupang, Gubernur Melki Tekankan Pentingnya Inovasi dan Jiwa Wirausaha Siswa

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menekankan pentingnya inovasi dan penguatan jiwa kewirausahaan bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke SMK Negeri 5 Kota Kupang, Kamis (5/3/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Kedatangan Gubernur disambut oleh Plt. Kepala SMK Negeri 5 Kota Kupang bersama jajaran guru dan siswa.

Kunjungan tersebut sekaligus menghadiri kegiatan Pendampingan OSOP (One School, One Product) bertema “Inovasi dan Branding OSOP” yang diselenggarakan oleh Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Provinsi NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha melalui produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi.

Program OSOP sendiri merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi agar lebih produktif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui program ini, sekolah didorong untuk mengembangkan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal.

Selama berada di SMK Negeri 5 Kupang, Gubernur Melki meninjau sejumlah ruang praktik siswa, di antaranya Program Keahlian Teknik Otomotif, Teknik Energi Terbarukan, serta Desain Komunikasi Visual.

Pada ruang praktik Teknik Otomotif, Gubernur menyaksikan para siswa melakukan praktikum pada mesin mobil sebagai bagian dari pembelajaran berbasis keterampilan.

Sementara pada Program Teknik Energi Terbarukan, ia memantau aktivitas siswa merakit dan memasang panel surya yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik, termasuk sistem pembangkit listrik tenaga bayu atau angin.

Menurut Gubernur, SMK harus menjadi pusat pembelajaran yang mampu menghasilkan karya nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Anak-anak SMK harus produktif menghasilkan produk yang berguna, berdampak dan bermanfaat serta bisa dibeli oleh masyarakat. SMK tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu dan teknologi, tetapi juga pusat produksi, inovasi, dan pengembangan potensi lokal yang bernilai ekonomi,” ujar Melki.

Ia menjelaskan bahwa melalui program OSOP, siswa didorong untuk memiliki keterampilan khusus, kemampuan manajemen, serta inovasi dalam menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar.

Gubernur juga mengingatkan para siswa agar setelah lulus mampu melihat peluang usaha dan membangun mentalitas wirausaha sejak dini.

“Siswa SMK harus berani melihat peluang bisnis dan membangun mentalitas wirausaha yang kuat. Ciptakan produk yang berkualitas dan bisa bersaing dengan produk luar. Itu akan menjadi kebanggaan NTT sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga membuka peluang dukungan permodalan bagi lulusan SMK yang ingin memulai usaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mendorong lahirnya wirausaha baru di daerah.

Sebagai informasi, SMK Negeri 5 Kota Kupang memiliki sembilan program keahlian dengan berbagai produk dan layanan yang dihasilkan siswa, antara lain sofa dan kursi dari bahan bekas, teknologi RFID, jasa desain grafis dan fotografi, gambar denah rumah, layanan otomotif, layanan teknis bangunan, panel surya, produk fabrikasi logam seperti meja dan mimbar, serta jasa instalasi listrik. Teknik Otomotif, Gubernur menyaksikan para siswa melakukan praktikum pada mesin mobil sebagai bagian dari pembelajaran berbasis keterampilan.

Sementara pada Program Teknik Energi Terbarukan, ia memantau aktivitas siswa merakit dan memasang panel surya yang memanfaatkan energi matahari menjadi energi listrik, termasuk sistem pembangkit listrik tenaga bayu atau angin.

Menurut Gubernur, SMK harus menjadi pusat pembelajaran yang mampu menghasilkan karya nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Anak-anak SMK harus produktif menghasilkan produk yang berguna, berdampak dan bermanfaat serta bisa dibeli oleh masyarakat. SMK tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu dan teknologi, tetapi juga pusat produksi, inovasi, dan pengembangan potensi lokal yang bernilai ekonomi,” ujar Melki.

Ia menjelaskan bahwa melalui program OSOP, siswa didorong untuk memiliki keterampilan khusus, kemampuan manajemen, serta inovasi dalam menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar.

Gubernur juga mengingatkan para siswa agar setelah lulus mampu melihat peluang usaha dan membangun mentalitas wirausaha sejak dini.

“Siswa SMK harus berani melihat peluang bisnis dan membangun mentalitas wirausaha yang kuat. Ciptakan produk yang berkualitas dan bisa bersaing dengan produk luar. Itu akan menjadi kebanggaan NTT sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga membuka peluang dukungan permodalan bagi lulusan SMK yang ingin memulai usaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mendorong lahirnya wirausaha baru di daerah.

Sebagai informasi, SMK Negeri 5 Kota Kupang memiliki sembilan program keahlian dengan berbagai produk dan layanan yang dihasilkan siswa, antara lain sofa dan kursi dari bahan bekas, teknologi RFID, jasa desain grafis dan fotografi, gambar denah rumah, layanan otomotif, layanan teknis bangunan, panel surya, produk fabrikasi logam seperti meja dan mimbar, serta jasa instalasi listrik.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *