Dirut Perumda Kota Kupang: Butuh Penyertaan Modal Rp25 Miliar

SERGAP.CO.ID

KUPANG, ||  Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan bahwa pihaknya sangat membutuhkan penyertaan modal dari pemerintah daerah guna memperluas jaringan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Isidorus kepada media ini pada Selasa (3/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dalam rencana bisnis perusahaan, kebutuhan penyertaan modal ditetapkan sebesar Rp5 miliar setiap tahun atau sekitar Rp25 miliar untuk lima tahun ke depan.

“Program penyertaan modal sebelumnya sudah berakhir pada 2025 lalu sehingga kami tidak bisa lagi mengusulkan dalam sidang anggaran sebelumnya. Saat ini kami mempersiapkan dasar untuk Perda baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahapan yang sedang dilakukan saat ini adalah analisis investasi yang telah dikerjakan oleh tim kajian dari Unika Widya Mandira Kupang. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan kajian akademik untuk rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang penyertaan modal.

“Hasil kajian itu akan ditindaklanjuti menjadi kajian akademik sebagai dasar Ranperda yang akan dibahas menjadi Perda. Mudah-mudahan pada sidang kedua sudah bisa dibahas dan pada sidang ketiga kita bisa mendapatkan penyertaan modal,” jelasnya.

Isidorus mengakui, tanpa penyertaan modal, Perumda akan mengalami kesulitan untuk menambah jaringan baru, memperluas cakupan pelayanan, membangun sistem pipanisasi, serta meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.

“Kami berharap pada perubahan anggaran nanti sudah bisa dialokasikan penyertaan modal. Harapan kami Rp5 miliar, tetapi tentu tergantung kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme warga Kota Kupang untuk menjadi pelanggan Perumda cukup tinggi. Hal ini karena kebutuhan air bersih semakin meningkat, ditambah adanya program promosi pemasangan baru yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam program tersebut, biaya pemasangan sambungan rumah yang sebelumnya Rp2.500.000 diturunkan menjadi Rp1.500.000. Uang muka yang sebelumnya Rp800.000 kini cukup Rp700.000, sementara sisanya dapat dicicil sesuai ketentuan.

Namun, keterbatasan jaringan masih menjadi kendala utama. Saat ini cakupan pelayanan Perumda belum mampu menjangkau seluruh wilayah Kota Kupang.

“Banyak warga ingin menggunakan layanan air Perumda, tetapi jaringan kita masih terbatas. Karena itu, program promosi pemasangan baru akan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya dekat dengan jaringan pipa,” ungkapnya.

Untuk pemasangan sambungan rumah, warga yang jaraknya tidak lebih dari enam meter dari jaringan pipa dikenakan biaya sekitar Rp1,5 juta. Sementara jika jaraknya lebih dari 10 meter, akan dikenakan tambahan biaya material berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB) sesuai kondisi lapangan.

Bagi wilayah yang belum memiliki jaringan distribusi PDAM, kata Isidorus, perlu adanya pembangunan jaringan baru yang hanya dapat dilakukan jika ada dukungan penyertaan modal.

Karena itu, pihaknya juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, kementerian terkait, serta DPR RI, mengingat pembangunan jaringan air bersih membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Kadang kami berada dalam posisi dilema. Kami ingin melayani masyarakat, tetapi jaringan belum tersedia. Padahal kami tahu mereka sangat membutuhkan air bersih,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, penambahan layanan hanya sebatas sambungan rumah bagi pelanggan yang berada di sekitar jaringan yang sudah ada. Ia berharap ke depan pemerintah dapat membantu memperluas jaringan karena masih banyak warga Kota Kupang yang membutuhkan akses air bersih.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *