Hujan Deras Tak Surutkan Semangat, Brimob dan Warga Tuntaskan Jembatan Darurat Kurutepe

SERGAP.CO.ID

SUMBA BARAT, NTT || Pekerjaan pembangunan jembatan darurat di Sungai Kurutepe yang menghubungkan Kelurahan Wedabo dan Kelurahan Diratana kembali dilanjutkan pada hari ketiga, Sabtu (21/2/2026). Pengerjaan dilakukan oleh personel Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor bersama masyarakat setempat setelah sempat terhenti beberapa waktu.

Bacaan Lainnya

Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat, termasuk pelajar, yang terdampak akibat terputusnya jalur penghubung antarwilayah di Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

Sebelumnya, pekerjaan sempat dihentikan sebagai bentuk empati dan penghormatan atas duka cita yang dialami salah satu warga di Kampung Lokoduka, Kelurahan Wedabo. Informasi tersebut disampaikan oleh pemerintah setempat melalui Ketua RT setempat.

Setelah masa penghormatan selesai, personel Brimob bersama warga kembali melanjutkan pembangunan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan mengusung motto “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”, personel Brimob Kompi 2 Yon C Pelopor menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat, khususnya dalam pemulihan akses vital yang sangat dibutuhkan.

Memasuki hari ketiga, pekerjaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala yang cukup berat, terutama faktor cuaca yang tidak menentu di wilayah tersebut.

Hujan lebat yang mengguyur lokasi pembangunan menyebabkan kondisi tanah menjadi licin dan meningkatkan debit air Sungai Kurutepe, sehingga proses pengerjaan harus dilakukan dengan lebih hati-hati.

Selain itu, keterbatasan akses kendaraan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi material. Kayu sebagai bahan utama konstruksi harus diangkut secara manual oleh personel dan warga dari lokasi penebangan menuju titik pembangunan yang berjarak cukup jauh.

Tantangan lain adalah ketinggian konstruksi jembatan yang mencapai sekitar enam meter dari permukaan air. Kondisi ini menuntut ketelitian, kekuatan fisik, serta pengamanan ekstra dalam pemasangan rangka dan lantai jembatan.

Meski dihadapkan pada berbagai hambatan, semangat gotong royong antara personel Brimob dan masyarakat tetap terjaga. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan keselamatan kerja dan kualitas konstruksi.

Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat juga mendapat apresiasi karena dinilai membantu percepatan pembangunan serta meringankan beban warga yang terdampak.

Diharapkan pembangunan jembatan darurat ini dapat segera rampung sehingga akses masyarakat, khususnya aktivitas ekonomi dan pendidikan, kembali normal, aman, dan lancar antara Kelurahan Wedabo dan Kelurahan Diratana.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *