Diduga Terima Uang 1 M Dari Bandar Narkoba, Kapolres Bima Kota di Copot

SERGAP.CO.ID

MATARAM || Diduga menerima uang 1 Miliyar dari Bandar Narkoba Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., resmi dinonaktifkan dari jabatannya. Kasusnya terungkap setelah pengembangan Penyelidikan dan Penyidikan terhadap Tersangka Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Maulangi, SH.MH.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi resmi Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), AKBP Didik Putra Kuncoro, kini sedang diamankan di Mabes Polri.

Dugaan AKBP Didik Putra Kuncoro dalam peredaran Barang haram Narkoba ini muncul setelah pengembangan kasus yang menjerat Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dipecat dari institusi Polri.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, membenarkan status nonaktif AKBP Didik.

“Kapolda Ntb Sudah nonaktifkan AKBP Didik dan saat ini penyidik sedang mendalami kasusnya di Mabes Polri,” ujar M. Kholid pada Wartawan, Kamis (12/2/2026).

Untuk mengendalikan Kepolisian Resort Bima Kota, Polda Ntb menunjuk AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai pelaksana tugas Kapolres Bima Kota. AKBP Catur yang saat ini sedang menjabat Kasubdit III Jatanras Ditreskrimun Polda Ntb.

“Iya betul AKBP Catur di tunjuk sebagai PLT Kapolres Bima Kota”, ungkap Kabid Humas Polda Ntb.

AKBP Didik diduga menerima uang Rp 1 miliar dari bandar narkoba bernama Koko Erwin, sebagai bagian dari jaringan peredaran narkotika yang kini tengah diselidiki. Penahanan dan pemeriksaan dilakukan langsung oleh penyidik Mabes Polri untuk memastikan keterlibatan Didik secara penuh. Posisi AKBP Didik sementara digantikan oleh AKBP Catur Erwin Setiawan, yang juga menjabat Kasubdit III Ditreskrimum Polda NTB.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penindakan terhadap AKP Malaungi, Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, yang dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dari pemeriksaan terhadap Malaungi, keterlibatan AKBP Didik sebagai penerima aliran dana terungkap.

“Kini penyidik sudah ke Mabes Polri untuk memeriksa yang bersangkutan,” jelas Kholid.

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *