BAJAWA, || Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Ngada terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital di daerah. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui peresmian Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores, Bajawa, Kamis, 5 Februari.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemahaman pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda dan civitas academica, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, dalam sambutannya menegaskan bahwa Galeri Investasi Digital BEI memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, literasi, dan informasi pasar modal di daerah. Keberadaan galeri ini diharapkan mampu menjembatani dunia akademik, industri jasa keuangan, dan masyarakat.
“Galeri investasi diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Yan Jimmy.
Menurutnya, sinergi antara OJK, pemerintah daerah, Bursa Efek Indonesia, pelaku industri jasa keuangan, serta institusi pendidikan perlu terus diperkuat agar literasi dan inklusi keuangan digital di NTT dapat meningkat secara merata.
Kegiatan peresmian yang berlangsung di Kampus STIPER Flores ini turut dihadiri Bupati Ngada Raymundus Bena, perwakilan Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Alexander B. Koroh, Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi NTT Adevi Sabath Sofani, serta Branch Representative PT Phintraco Sekuritas Kupang, Imadudin Abdul Rochim.
Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan apresiasi atas kehadiran Galeri Investasi Digital BEI di wilayahnya.
Ia menilai peresmian ini sebagai wujud sinergi nyata antara pemerintah daerah, otoritas keuangan, pelaku industri jasa keuangan, dan lembaga pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kehadiran galeri investasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat akses keuangan di daerah sekaligus memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, terutama mahasiswa sebagai calon investor muda,” kata Raymundus Bena.
Berdasarkan data OJK dan BEI hingga Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di Provinsi NTT tercatat mencapai 143 ribu investor, meningkat 39,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan peresmian Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores, total galeri investasi yang beroperasi di Provinsi NTT kini berjumlah 21 galeri yang tersebar di lima kabupaten dan kota, seluruhnya berada di lingkungan pendidikan.
Kehadiran Galeri Investasi Digital BEI di Kabupaten Ngada diharapkan menjadi pusat edukasi dan informasi pasar modal bagi masyarakat setempat dan wilayah sekitarnya, sekaligus berperan dalam membentuk karakter investor muda yang menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, etika, serta perlindungan konsumen.
(Desy)






