Pesona Lembur Pakuan

SERGAP.CO.ID

KAB. SUBANG, ||Kumandang Adzan Subuh mengalun merdu di Mesjid saat kuinjakan kaki di Tanah Leluhur Lembur Pakuan,

Bacaan Lainnya

Langit cerah menaungi keasrian suasana pagi, berselimut tipis temaram lampu hias jalanan yang indah bermotif khas ukiran tanah Pasundan,

Pagi mulai beranjak siang, Sang mentari mulai menampakan kemilau sinarnya, menerpa embun pagi yang bening laksana Kristal, dipucuk daun rambutan yang mulai berbuah,

Sang mentari mulai bersinar cerah, seburat cahayanya mulai menerpa pucuk pucuk Rambutan yang masih menyisakan butiran embun pagi, kulangkahkan kaki dijalanan mulus, berhiaskan kanan kiri pagar bambu dan aksesoris serta tumbuhan warna warni menambah keasrian suasana,

Setiap langkahku berpapasan dengan para pengunjung, berkerumun penuh candaria, entah siapa dan dari mana semua berbaur penuh kekaguman, menyatu dengan alam dan lingkungan Lembur Pakuan yang sarat nuansa artistik menjunjung tinggi nilai nilai budaya Sunda yang kaya makna serta kearipan lokal,

Setiap kelok dan simpang jalan berhiaskan tugu dan jembatan kecil lengkung diantara riak gemercik suara air dari saluran drainase yang ditata rapih, bersih dari sampah, memberi isyarat pelajaran berharga tentang pentingnya arti kebersihan hati dan jiwa,

Jejak langkahku telah sampai depan Pos Pelayanan, Bangunan Mungil Asri bersih dijaga Para Petugas yang ramah, kusampaikan niatku memberikan Cindramata hasil karyaku untuk Pemimpin Jabar 1, meski bukan barang berharga tapi bagiku memiliki nilai untuk kupersembahkan buat Beliau selaku Pemimpin Jabar sejati, Semua diterima dengan baik, secepat itu pula disampaikan sesuai aturan,

Sang Mentari sudah di atas ubun ubun saat langkahku sampai depan pintu Kediaman Beliau, ratusan bahkan ribuan pengunjung bergantian berphoto dengan tertib sesuai arahan Petugas yang ramah, Emak emak, remaja sampai anak anak berbaur mengabadikan momen terindah yang selalu diimpikan, penuh warna sarat pesona menghiasi keindahan nuansa halaman rumah Beliau,

Kuberanjak mohon ijin untuk mengabadikan diri berphoto depan Indahnya Pintu jati berukir nilai artistik tinggi, ada ikatan Padi dan Aseupan tempat nyepan Nasi khas Sunda sebagai asesoris, lambang kemakmuran kehidupan, sejenak batinku bicara, bisakah kelak aku hadir dibalik pintu indah ini…? Kubuang jauh jauh khayalan itu, sebab aku bukan apa apa, bukan siapa siapa dan tidak punya apa apa, cuma segelintir rakyat Pasundan yang mengagumi Pemimpinya yang Bijak dan menyayangi rakyatnya dengan Hati Lewat Rasa tanpa pamrih dan rekayasa,

Senja di Lembur Pakuan sudah mulai nampak, Semburat Lazuardi menghiasi langit Pakuan, bak Lukisan Alam menaungi hamparan Pesawahan yang luas membentang, diantara Pematang sawah yang baru di panen, berjejer saung saung khas bernuansa Sunda yang asri dan indah, dipadati para pengunjung yang botraman Sabil berphoto Selvy, para pejalan kaki yang beriringan penuh suka cita bercanda ria, menambah panorama keindahan jalanan mulus Lembur Pakuan,

Senja yang indah, lampu jalanan mulai menerangi setiap sudut jalanan Lembur Pakuan, jejak langkahku mulai menyusuri deretan para pedagang kerajinan rakyat, beragam kaos bertuliskan KDM Bapa Aing warna warni, ikat kepala khas Pasundan, berjejer pedagang kuliner serta makanan khas Lembur Pakuan Sate Maranggi beraroma sedap dipenuhi para pengunjung, terdengar suara gamelan mendayu enak didengar ditelinga menghantar langkahku meninggalkan Lembur Pakuan yang menyimpan sejuta keindahan,

Langkahku semakin jauh meninggalkan Pintu Gerbang Lembur Pakuan, tapi bayangan dan Cerita Lembur Pakuan masih tetap terbayang menari nari dipelupuk mata, Cerita tentang Nyi Hiyang Putri Cantik Beliau yang pintar, lucu dan imut, Cerita tentang Egi si Anak Uncal tempat Beliau bersenda gurau melepas lelah setelah bekerja menata dan membangun wilayah Jabar, Cerita tentang para Ajudan serta Pegawai Beliau yang Ramah dan sopan dalam melaksanakan tugas serta Cerita Indahnya Lembur Pakuan yang penuh pesona,

Selamat tinggal Lembur Pakuan, aku pulang dulu Kelak aku akan datang lagi, banyak kisah dan makna yang bisa aku petik, dibalik nuansa Indahnya Lembur Pakuan, Lembur KDM Bapa Aing yang penuh Pesona serta semakin Mendunia.

(Ditulis : Kang Heri Graha, Dewan Redaksi Media SERGAP.CO.ID.)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *