DKP Lembata Gelar Bimtek Keamanan & Kanal YouTube untuk Guru TIK

SERGAP.CO.ID

LEMBATA, || Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan dan Pemanfaatan Kanal YouTube bagi guru pengampu mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Rabu, 28/91/2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di Aula Goris Keraf DKP ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama mitra akademik untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan digital yang aman dan produktif.

Bimtek yang digelar ini bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dengan menghadirkan narasumber Prof. Yus dan Dr. Kuncahyono, dan bertujuan memperkuat pemahaman guru tentang cara menggunakan kanal YouTube sebagai media pembelajaran sekaligus menjamin keamanan digital di lingkungan sekolah.

Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Kepala Dinas Anselmus Asan Ola, AP., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa perkembangan teknologi yang pesat membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan.

Menurutnya, guru harus siap, tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing peserta didik dalam penggunaan teknologi digital yang aman dan bermanfaat bagi masa depan mereka.

“Penggunaan kanal digital seperti YouTube harus disertai dengan pengetahuan tentang keamanan data, etika penggunaan, serta strategi pembelajaran yang efektif,” ujar Ans.

Ia mengatakan, kegiatan ini dipandang penting karena fenomena sosial digital menunjukkan dampak yang kompleks, terutama bagi generasi muda.

“Dari kasus-kasus paparan konten tidak sehat hingga kekerasan seksual yang berawal dari pemanfaatan teknologi tanpa pengawasan, disorot sebagai salah satu alasan perlunya upskilling pada tenaga pendidik,” tutur Ansel.

Dengan memberikan bekal kepada guru TIK, Ansel berharap sekolah dapat menjadi ruang yang lebih aman dan mendidik bagi anak-anak dalam era digital.

Bimtek ini juga diisi dengan sesi diskusi, praktik penggunaan kanal YouTube sebagai media pembelajaran, serta materi tentang perlindungan anak di ruang digital — agar teknologi tidak hanya dimanfaatkan tetapi juga dikendalikan untuk kebaikan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga akademik, terutama Universitas Muhammadiyah Malang melalui kehadiran Prof. Yus dan Dr. Kuncahyono, diharapkan membuka peluang lebih luas untuk peningkatan kompetensi guru, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap revolusi digital tanpa meninggalkan aspek keamanan dan kesejahteraan peserta didik.

(Desi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *