KUPANG, || Ratusan anakan pohon produktif ditanam di bawah Jembatan Liliba dan sepanjang bantaran Kali Liliba, Kota Kupang, Senin (19/1).
Jenis tanaman yang ditanam meliputi Asam Jawa, Mahoni, Jati Putih, Jambu Air, serta sejumlah tanaman produktif lainnya yang dinilai cocok untuk kawasan tangkapan air dan rawan longsor.
Penanaman ini merupakan bagian dari gerakan penghijauan massal yang diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Nusa Tenggara Timur (NTT) di awal musim hujan tahun 2026. Kota Kupang menjadi titik awal, sebelum kegiatan serupa diperluas ke seluruh wilayah Provinsi NTT.
Gerakan tersebut tidak semata-mata dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18 pada 6 Februari 2026, tetapi juga sebagai upaya menggugah kesadaran kader dan masyarakat luas akan pentingnya penyelamatan serta pelestarian lingkungan.
Aksi penghijauan ditandai dengan penanaman ratusan anakan pohon oleh kader dan simpatisan Partai Gerindra di bantaran Kali Liliba, wilayah Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Liliba. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan disambut antusias oleh peserta maupun warga setempat.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Panitia HUT Gerindra tingkat Provinsi NTT, Stenly Boymau, Lurah Liliba Viktor Makoni, Sekretaris Lurah TDM Jefri Franke Taloim beserta staf kelurahan, Ketua Karang Taruna TDM Servulus Ataulo, Babinkamtibmas dari kedua kelurahan, serta warga.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ayu Prima Tallo selaku Penanggung Jawab Kegiatan (PIC) yang juga Ketua PAC Gerindra Kecamatan Oebobo, bersama pengurus ranting, kader, dan simpatisan.
Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT, Fernando Jose Osorio Soares, menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini merupakan bukti nyata keberpihakan partai terhadap upaya pemulihan lingkungan, terutama di kawasan rawan longsor dan daerah tangkapan air.
“Penghijauan ini adalah bukti keberpihakan kita pada pemulihan lingkungan. Karena itu, penanaman diarahkan ke area tangkapan air agar nantinya berdampak pada ketersediaan air permukaan di wilayah hilir,” tegas Fernando yang juga adakah Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT.
Ia juga menekankan agar panitia memperhatikan asas manfaat dan perawatan tanaman, tidak sekadar mengejar seremonial semata.
Sementara itu, Lurah Liliba Viktor Makoni menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi pemicu bagi komunitas lain untuk menginventarisir lokasi rawan longsor dan melakukan penghijauan.
“Atas nama pemerintah kelurahan, kami menyampaikan terima kasih atas kerja nyata ini. Kami berharap kegiatan baik ini diikuti oleh komunitas lain. Di Liliba, kami sudah memulai gerakan satu orang satu pohon. Mari kita manfaatkan musim hujan ini untuk menanam sebanyak mungkin,” ujarnya.
Untuk diketahui, Kecamatan Oebobo menjadi lokasi pertama pelaksanaan gerakan penghijauan ini. Selanjutnya, kegiatan akan dilaksanakan di empat lokasi lainnya, dengan puncak penanaman ribuan anakan pohon dijadwalkan bertepatan dengan HUT Partai Gerindra pada 6 Februari 2026 di Jalur 40, Kelurahan Kolhua.
(Desy)






