KUPANG, || Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia mengindikasikan terjadinya peningkatan kinerja kegiatan dunia usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada triwulan IV 2025.
Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang atau SBT kegiatan usaha yang tercatat sebesar 29,59 persen, meningkat dibandingkan triwulan III 2025 yang berada pada level 24,74 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam rilis resminya menjelaskan, peningkatan kinerja tersebut terutama ditopang oleh naiknya aktivitas dunia usaha pada sejumlah lapangan usaha, seiring dengan pola musiman permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta tren realisasi belanja pemerintah.
Mayoritas lapangan usaha di NTT tercatat mengalami kinerja positif. SBT tertinggi dicatat oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, disusul Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Sementara itu, sejumlah sektor masih menunjukkan kinerja yang tertahan, di antaranya Pertambangan dan Penggalian serta Jasa Lainnya.
Adidoyo menambahkan, peningkatan kinerja dunia usaha di NTT tersebut sejalan dengan kondisi nasional yang tetap terjaga. Dari sisi kapasitas produksi, tingkat pemanfaatan kapasitas pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 70,92 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Peningkatan kapasitas produksi ini didorong oleh beberapa lapangan usaha, seperti Pengadaan Listrik, Pertanian, serta Industri Pengolahan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi listrik rumah tangga dan industri, meningkatnya produksi komoditas tanaman pangan dan perkebunan, serta bertambahnya permintaan hasil olahan bahan bangunan.
Selain itu, penguatan kinerja dunia usaha juga ditopang oleh kondisi keuangan pelaku usaha yang semakin membaik, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas pada triwulan IV 2025.
Hasil SKDU juga mencatat adanya peningkatan investasi pelaku usaha di NTT. SBT investasi tercatat sebesar 17,22 persen, meningkat dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar 10,19 persen. Secara nasional, investasi juga menunjukkan tren peningkatan.
Di sisi lain, akses kredit masih berada pada zona positif meski ruang pelonggaran relatif terbatas. Sementara itu, penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2025 tercatat belum menunjukkan sifat ekspansif.
Ke depan, responden memprakirakan kinerja kegiatan dunia usaha di NTT pada triwulan I 2026 akan terus meningkat, dengan SBT sebesar 34,93 persen. Optimisme ini terutama didorong oleh prospek sektor pertanian seiring hasil panen yang baik, serta meningkatnya aktivitas pada sektor informasi dan komunikasi serta perdagangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
(Desi)






