IKM Tasikmalaya Hadir Langsung Dukung Semen Padang FC Vs PSPS Pekanbaru

SERGAP.CO.ID

BEKASI, || Kecintaan masyarakat Minang terhadap Semen Padang FC kembali ditunjukkan oleh perantau Minang di Tasikmalaya. Puluhan supporter Kabau Sirah dari Tasikmalaya datang langsung ke Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, untuk memberikan dukungan kepada Semen Padang FC yang menghadapi PSPS Pekanbaru, Minggu (4/10/2026).

Bacaan Lainnya

Rombongan masyarakat Minang Tasikmalaya tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT), Syahrial Koto, didampingi pengurus IKMT dan masyarakat Minang Tasikmalaya.

Dengan satu tekad, para perantau Minang tersebut menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam menggunakan satu unit bus dari Tasikmalaya menuju Bekasi.

Bagi mereka, Semen Padang FC bukan sekadar klub sepak bola. Kabau Sirah merupakan tim kebanggaan urang Minang sekaligus menjadi obat rindu terhadap kampung halaman di Ranah Minang.

“Kami datang dari Tasikmalaya dengan satu tekad, memberikan dukungan kepada Semen Padang FC. Bagi kami, Kabau Sirah bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari rasa cinta dan kerinduan kami terhadap kampung halaman,” ujar Syahrial Koto.

IKM Sebagai Kekuatan Sosial Dan Ekonomi Perantau

Syahrial menjelaskan bahwa Ikatan Keluarga Minang (IKM) merupakan wadah organisasi masyarakat Minang di perantauan yang memiliki peran penting sebagai kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat Minang di rantau.

Menurutnya, keberadaan IKM bukan hanya menjadi tempat berkumpul dan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian, gotong royong, solidaritas, serta mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi masyarakat Minang di perantauan.

“IKM adalah wadah kita bersama. Di dalamnya ada kekuatan sosial, ada kekuatan ekonomi, ada semangat gotong royong dan kepedulian sesama perantau. Ketika kita bersatu, berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama akan lebih mudah kita perjuangkan dan wujudkan,” kata Syahrial.

Menurutnya, kegiatan supporter Semen Padang FC merupakan salah satu contoh bagaimana semangat kebersamaan tersebut dapat diwujudkan.

Berbagai latar belakang profesi dan aktivitas untuk sementara ditinggalkan demi berkumpul dalam satu tujuan memberikan dukungan kepada Kabau Sirah.

Kekompakan Supporter Jadi Cermin Persaudaraan di Rantau

Syahrial mengatakan, kekompakan supporter sepak bola juga dapat menjadi salah satu barometer kekompakan masyarakat Minang di rantau.

“Berbagai latar belakang profesi kita tinggalkan dulu. Hari ini kita berkumpul dengan semangat yang sama, yaitu mendukung Kabau Sirah. Ini menunjukkan bahwa ketika ada sesuatu yang menjadi kecintaan bersama, kita bisa bersatu dan kompak,” katanya.

Ia juga memberikan arahan kepada seluruh supporter Minang Tasikmalaya agar menjaga keamanan, ketertiban dan nama baik masyarakat Minang selama berada di stadion.

“Kita datang untuk memberikan dukungan, bukan untuk mencari persoalan. Kita harus menjaga ketertiban, keamanan dan menghormati supporter lainnya. Jangan sampai terjadi gesekan. Apapun hasil pertandingan, kita harus tetap sportif. Menang dan kalah adalah hal yang lumrah dalam olahraga,” tegasnya.

Mendapat Dukungan Donatur Dan Tiket GratisĀ 

Keberangkatan supporter Minang Tasikmalaya ini juga mendapat dukungan dari para donatur IKMT, khususnya untuk membantu kebutuhan transportasi dan konsumsi selama perjalanan.

Selain itu, rombongan juga mendapatkan dukungan tiket pertandingan gratis dari Ketua DPP IKM, Bapak Andre Rosiade.

Syahrial menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga masyarakat Minang Tasikmalaya dapat hadir langsung di stadion.

Semangat Kabau Sirah dan Pembangunan Masjid IKM Tasikmalaya

Lebih jauh, Syahrial berharap kecintaan masyarakat Minang terhadap Kabau Sirah dapat terus menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi dan persaudaraan, baik secara personal maupun antarorganisasi masyarakat Minang di berbagai daerah.

Semangat kebersamaan tersebut juga diharapkan memberikan energi positif terhadap berbagai agenda sosial dan pembangunan masyarakat Minang di Tasikmalaya.

Salah satunya adalah rencana pembangunan Masjid IKMT Tasikmalaya, yang saat ini tengah memasuki tahap persiapan menuju pelaksanaan peletakan batu pertama.

“Masjid ini adalah impian dan rencana kita bersama. Saya berharap semangat kebersamaan yang kita lihat dalam kegiatan supporter ini juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan Masjid IKMT. Semangat olahraga, semangat persaudaraan dan semangat membangun harus bisa berjalan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan masjid bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kekuatan sosial dan persatuan masyarakat Minang di Tasikmalaya.

“Kalau kita bisa kompak mendukung Kabau Sirah, insyaallah kita juga bisa kompak membangun rumah ibadah yang menjadi impian kita bersama,” tambahnya.

Kehadiran puluhan perantau Minang Tasikmalaya di Stadion Patriot Candrabhaga menjadi bukti bahwa semangat PAI BASAMO, MANDUKUANG KABAU SIRAH tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi juga tentang persaudaraan, kebersamaan, solidaritas dan kecintaan terhadap identitas Minangkabau di rantau.

Apapun hasil pertandingan Semen Padang FC menghadapi PSPS Pekanbaru, masyarakat Minang Tasikmalaya berkomitmen untuk tetap menjaga sportivitas dan persaudaraan.

“Menang atau kalah dalam olahraga adalah hal yang lumrah. Yang terpenting, kita tetap bersatu, tetap badunsanak dan tetap menjaga nama baik urang Minang di rantau,” tutup Syahrial Koto.

(Rzl)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *