KUPANG, || Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, membuka Uji Kompetensi IT Gratis bagi peserta didik SMA/SMK se-Kota Kupang di Aula SMKN 1 Kupang, Kamis (20/11/2025). Ia menegaskan bahwa teknologi informasi kini menjadi kebutuhan dasar dalam pendidikan dan tidak lagi bersifat opsional.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Amrosius Kodo, Ketua Umum DPP ASKIBINDO Komang Purnama, jajaran Bank NTT, para kepala sekolah, guru, dan siswa peserta uji kompetensi.
Gubernur Melki menilai penguasaan IT menjadi tuntutan wajib menyikapi rendahnya kompetensi tenaga kerja NTT dibandingkan daerah lain. Ia menyebut bekerja tanpa kemampuan memadai sebagai “musibah” bagi angkatan kerja bila tidak disiapkan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa keterampilan IT tidak dapat ditawar di tengah persaingan dunia kerja yang makin kompleks. Namun, teknologi juga dapat membawa dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
“Urusan IT sekarang bukan lagi opsional, tetapi keharusan. Dunia pendidikan tidak bisa lepas dari IT. Kehadirannya ibarat dua sisi mata uang, bisa membantu namun juga dapat merusak bila tak dikelola dengan benar,” ujar Melki.
Ia menilai Uji Kompetensi IT Gratis sangat relevan untuk meningkatkan daya saing pelajar. Program ini bermanfaat bagi siswa SMA yang membutuhkan penguatan literasi digital, serta bagi siswa SMK yang membutuhkan sertifikasi teknis sebagai bukti kompetensi.
Program ini juga menjadi bagian strategi Pemerintah Provinsi NTT dalam membantu siswa memperoleh sertifikasi kompetensi nasional, memetakan penguasaan IT, dan meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Selain itu, program ini bertujuan menekan angka pengangguran melalui peningkatan daya saing, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, lembaga sertifikasi, asosiasi profesi, dan dunia industri.
Untuk diketahui, Program Sertifikasi IT ini menargetkan 25.000 peserta di seluruh NTT. Pada pelaksanaan perdana, 100 siswa SMA/SMK se-Kota Kupang mengikuti pembekalan, uji teori, uji praktik, hingga proses penilaian asesor.
Gubernur Melki menyatakan bahwa program ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda NTT menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui literasi digital dan sertifikasi kompetensi.
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan menengah, seperti minimnya sarana praktik, kesenjangan akses teknologi, serta perlunya peningkatan kerja sama dengan industri.
Karena itu, ia meminta agar penguatan kemitraan dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan Lembaga Sertifikasi Profesi terus dipercepat demi menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif.
Gubernur turut menyampaikan apresiasi kepada guru IT/TIK SMA dan SMK yang dinilainya sebagai garda depan pembentuk kompetensi digital. Ia juga berterima kasih kepada LSP Teknologi Informatika dan ASKIBINDO atas penyelenggaraan uji kompetensi secara profesional.
Ketua Umum DPP ASKIBINDO, Komang Purnama, menambahkan bahwa penyediaan 25.000 uji kompetensi gratis merupakan bentuk kepedulian terhadap banyaknya tenaga kerja muda NTT yang bekerja di luar daerah tanpa keterampilan memadai.
Upaya bersama ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT bersama lembaga terkait untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing dalam kebutuhan dunia kerja digital masa depan.
(Dessy)






