KOTA TASIKMALAYA, || Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya, Syahrial Koto, menghadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2025 di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Senin (10/11/2025).
Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Pahlawanku Teladanku – Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.” Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA.
Komandan Upacara dijabat Lettu Lek Gembong Hadi Prasetyo (Ps. Kasenkom) dan Perwira Upacara oleh Drs. Rachmat Riza, M.Si., selaku Asisten Daerah I Kota Tasikmalaya.
Kegiatan diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, organisasi masyarakat, pelajar, dan tokoh masyarakat. Sejumlah pimpinan instansi turut hadir, termasuk Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Al Izar Inosanto, dan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi.
Kehadiran Ketua FPK Kota Tasikmalaya menjadi wujud sinergi antara FPK dan Pemerintah Daerah dalam memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, dan kerukunan di tengah keberagaman sosial masyarakat.
Dalam amanat yang disampaikan Wali Kota, Menteri Sosial RI menekankan tiga nilai utama kepahlawanan yang perlu diteladani: kesabaran dalam perjuangan, semangat mendahulukan kepentingan bangsa, dan visi jauh ke depan untuk generasi penerus.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan senjata, tetapi melalui pengabdian, empati, pendidikan, dan kontribusi bagi masyarakat serta daerah.
Menanggapi hal tersebut, Syahrial Koto menegaskan bahwa Hari Pahlawan harus menjadi momentum memperkuat harmoni sosial. “Makna Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang, tetapi meneladani perjuangan untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat kepahlawanan harus tercermin dalam aksi nyata, seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
Upacara ditutup dengan doa bersama dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan. Suasana berlangsung tertib, penuh penghormatan, dan sarat makna nilai kebangsaan.
(Rzl)






