Pembangunan Taman Inflasi Lubuklinggau Senilai Rp2 Miliar Diduga Tak Beri Manfaat bagi Masyarakat

SERGAP.CO.ID

LUBUKLINGGAU, || Proyek pembangunan Taman Inflasi di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, yang dibiayai dari anggaran tahun 2024 senilai Rp2 miliar, menuai sorotan publik. Proyek tersebut diduga tidak memberikan asas manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Pantauan wartawan media online dan TV Sergap menunjukkan kondisi taman yang memprihatinkan. Di lokasi hanya terlihat beberapa tanaman cabai yang tidak terawat, sementara rumput liar tumbuh subur di berbagai sudut taman. Sejumlah fasilitas taman juga tampak rusak, termasuk tembok pagar yang retak dan dinding rumah kaca yang pecah.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas penggunaan anggaran dan perencanaan proyek tersebut. Sejumlah warga menilai dana sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih dibutuhkan masyarakat, seperti perbaikan jalan rusak di wilayah Kelurahan Batu Urip atau sekitar SMP Negeri 8 Lubuklinggau, yang menjadi jalur aktivitas warga setiap hari.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau, Febrio Fadilah, belum memberikan tanggapan resmi. Saat dikonfirmasi, ia diketahui sedang menghadiri peringatan HUT Kota Lubuklinggau di Gedung DPRD.

Wartawan Sergap yang mencoba menghubungi Febrio melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (17/10/2025) untuk meminta klarifikasi terkait asas manfaat pembangunan taman tersebut, belum mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Temuan lapangan terkait dugaan ketidaksesuaian hasil pembangunan dan nilai proyek ini memicu desakan dari kalangan media agar Aparat Penegak Hukum (APH) di Kota Lubuklinggau turun tangan memeriksa dan mengaudit penggunaan anggaran proyek taman tersebut.

Beberapa pihak juga menilai bahwa pembangunan taman dengan biaya besar namun minim manfaat publik menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan di tingkat pelaksana proyek. Mereka menekankan pentingnya memastikan setiap proyek pembangunan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan lanjutan dari pihak Disperkim Kota Lubuklinggau terkait dugaan ketidaksesuaian fungsi dan manfaat Taman Inflasi tersebut. Publik kini menantikan penjelasan resmi dari dinas terkait untuk menjawab kekecewaan masyarakat atas penggunaan dana miliaran rupiah yang dinilai belum tepat sasaran.

(Aberi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *