WAINGAPU, || Kasdim 1601/Sumba Timur Mayor Inf Sambudi menghadiri Rapat Evaluasi Kegiatan Penyuluh Pertanian dan Tatap Muka bersama Bupati Sumba Timur di Aula Patola Ratu Setda, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Jumat (3/10/2025). Kehadirannya mewakili Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Inf Dobby Noviyanto, S.S.E., sebagai bentuk dukungan TNI dalam program ketahanan pangan.
Rapat ini digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program penyuluhan pertanian sepanjang tahun serta menyusun rencana kegiatan pertanian tahun anggaran 2025. Kegiatan juga menjadi forum untuk menyerap aspirasi dari penyuluh pertanian yang selama ini mendampingi para petani di lapangan.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras para penyuluh. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan TNI, dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Menurut Bupati, kerja sama dengan jajaran Kodim sangat membantu petani dalam meningkatkan produksi dan menjalankan program ketahanan pangan daerah. Dukungan TNI dinilai mampu memperkuat pendampingan di lapangan sehingga program pertanian berjalan lebih optimal.
Kasdim 1601/Sumba Timur Mayor Inf Sambudi menyatakan bahwa TNI AD melalui program Ketahanan Pangan Nasional siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa pendampingan kepada petani akan terus ditingkatkan demi memperkuat kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami di jajaran Kodim 1601/Sumba Timur berkomitmen untuk mendukung program pertanian strategis bersama Pemkab dan para penyuluh. Tujuannya jelas, yaitu mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Selain Bupati dan Kasdim, rapat evaluasi ini juga dihadiri Wakapolres Sumba Timur, Asisten II Setda, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BP3K, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Sumba Timur. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta menyepakati pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dan tenaga penyuluh untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Sumba Timur.
(Ms)






