KUPANG, || Ketua Panitia Festival Budaya Oebobo 2025, Melki D. Lakingundju, menyebutkan bahwa seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia, ikut hadir memeriahkan kegiatan ini. Ia menegaskan festival budaya ini bukan hanya ruang ekspresi warga Oebobo, melainkan juga terbuka untuk masyarakat umum.
“Selain masyarakat Oebobo, kami juga membuka satu item lomba solo bagi masyarakat umum,” ujarnya.
Festival yang digelar pada 1–2 Oktober 2025 di halaman RT 012/RW 005 Oebobo ini berlangsung meriah dengan berbagai atraksi budaya, seperti fashion show, tarian kreasi adat, dance modern, hingga lagu-lagu solo.
Lurah Oebobo, Jhon Purba, menilai kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Selain festival budaya, hadir pula sekitar 25 pelaku UMKM yang bisa beraktivitas di sini, sehingga ada dampak ekonomi bagi warga,” jelasnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi dorongan untuk terus melanjutkan program ini.
“Dengan banyaknya warga yang hadir, semakin menambah semangat kami. Mudah-mudahan tahun depan festival budaya tingkat kelurahan ini tetap bisa terlaksana,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Roy Bulan, owner Yayasan Luna Foundation. Ia menegaskan partisipasinya bukan hanya untuk Oebobo, tetapi juga bagi kelurahan lain.
“Ini bukan pertama kali kami membantu, sudah menjadi visi kami untuk hadir lebih dekat dalam mendukung masyarakat, baik di bidang sosial, kepemudaan, maupun kegiatan positif lainnya,” katanya.
Roy juga mengapresiasi program Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menggagas festival budaya sebagai ruang mempererat kebersamaan.
“Program ini sangat baik karena bisa membangun silaturahmi antarwarga, aparat, RT, RW, hingga pelaku UMKM untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Festival ini juga dihadiri oleh Plt Sekda Kota Kupang, perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo Kota Kupang, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Festival Budaya Oebobo 2025 pun menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tengah keragaman etnis yang harmonis.
Pantauan media ini, Selama dua hari penyelenggaraan, masyarakat dapat menikmati Pameran Seni dan Kerajinan Lokal yang menampilkan hasil karya seni, kerajinan tangan, hingga olahan pangan khas warga Oebobo. Pameran ini sekaligus memberi ruang bagi pengunjung untuk membeli produk lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM setempat.
(Dessi)






