KOTA BANDUNG, || Sebanyak 120 rumah tidak layak huni di RW 12, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, resmi diserahterimakan dalam Program Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih Tahun 2025, Rabu (3/9/2025).
Serah terima kunci tersebut menjadi simbol pelaksanaan program nasional di Kota Bandung yang ditargetkan merenovasi 500 rumah dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melaporkan hingga kini 126 unit rumah telah rampung, 54 unit sedang dikerjakan, dan sisanya ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026.
“Insyaallah Ramadan tahun depan, seluruh warga penerima manfaat sudah bisa menempati rumah yang lebih layak dan nyaman. Ini bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan mitra sosial seperti Tzu Chi,” ujar Farhan.
Menteri Pekerjaan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan sektor perumahan mendapat perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Tahun 2025, pemerintah pusat mengalokasikan 350.000 rumah subsidi, jumlah terbesar sepanjang sejarah.
“Program ini bukan hanya menyediakan rumah, tapi juga menggerakkan ekonomi. Ada ribuan lapangan kerja, industri bahan bangunan, hingga peluang usaha baru. Bahkan, banyak warga yang tadinya pekerja harian kini bisa berkembang menjadi pengusaha perumahan,” kata Maruarar.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi rumah kumuh di Jawa Barat. Ia juga menegaskan setiap rumah harus memiliki MCK sendiri agar tidak ada lagi warga yang membuang hajat di sungai atau sawah.
Selain itu, Pemprov Jabar menyiapkan perlindungan pekerja informal melalui skema asuransi ketenagakerjaan. “Kalau pekerja serabutan sakit atau meninggal, keluarganya tetap terlindungi,” jelas Dedi.
Dalam program Renovasi Rumah Merah Putih, Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi mitra strategis. Secara nasional, Tzu Chi berkomitmen merenovasi 4.000 unit rumah hingga Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, 358 unit sudah selesai dan 3.417 unit sedang dalam proses.
Menteri Maruarar, Gubernur Dedi, dan Wali Kota Farhan sepakat bahwa kolaborasi dengan Buddha Tzu Chi menjadi bukti semangat kemanusiaan lintas agama dan lintas sektor, sekaligus model percepatan penyediaan hunian layak bagi rakyat di berbagai daerah.
(Dewi)






