Gedung Balai Nikah Pancung Soal Resmi Dibangun, Lisda Hendrajoni: Akan jadi Fasilitas Penting Urusan Keagamaan

SERGAP.CO.ID

KAB. PESSEL, || Anggota DPR RI Komisi VIII, Hj. Lisda Hendrajoni, menghadiri secara virtual kegiatan Sosialisasi Temu Penghulu se-Kecamatan Pancung Soal sekaligus peresmiaan batu pertama pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (5/8).

Bacaan Lainnya

Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Pancung Soal itu turut dihadiri oleh para penghulu, tokoh agama, penyuluh agama, Wali Nagari, masyarakat umum, serta jajaran Kementerian Agama baik dari tingkat kabupaten maupun Kanwil Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya secara daring, Lisda Hendrajoni menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Balai Nikah ini merupakan bagian dari perjuangannya di Komisi VIII DPR RI untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih baik dan terstandar.

“Saya sangat mengapresiasi semangat semua pihak dalam menyukseskan kegiatan ini. Gedung ini akan menjadi fasilitas yang sangat penting dalam pelayanan nikah, manasik haji, serta pembinaan keagamaan bagi masyarakat,” ujarnya melalui sambungan virtual.

Ia menambahkan, kehadiran penghulu yang profesional dan fasilitas yang memadai sangat berperan dalam menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

“Dengan kegiatan ini, saya berharap masyarakat semakin mengenal dan memahami tugas-tugas para penghulu yang selama ini bekerja dalam senyap namun berkontribusi besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam, H. Yosef Chairul, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut, temu penghulu merupakan sarana penting untuk meningkatkan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pertemuan ini luar biasa. Para penghulu bisa saling berbagi informasi dan pengalaman. Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Lisda Hendrajoni yang telah menggagas kegiatan ini meski hadir secara virtual,” ungkap Yosef.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan gedung Balai Nikah ini merupakan bukti perhatian negara terhadap penguatan layanan keagamaan di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar gedung administratif, tapi juga akan menjadi pusat pembinaan keluarga dan keagamaan. Gedung ini akan menjadi tempat yang nyaman dan representatif bagi masyarakat Pancung Soal,” lanjutnya.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Yosef Chairul bersama para tokoh masyarakat dan perwakilan KUA Pancung Soal. Ia berharap gedung tersebut bisa segera difungsikan dan dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin gedung ini menjadi rumah besar pelayanan umat. Baik untuk pernikahan, manasik haji, maupun pembinaan keluarga,” katanya.

Yosef juga mengungkapkan bahwa hingga 2025, baru 42 kecamatan di Sumatera Barat yang mendapatkan bantuan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji. Ia berharap ke depan jumlah tersebut bisa ditambah untuk menjangkau lebih banyak daerah.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bakri Bakar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya Lisda Hendrajoni dan Kementerian Agama dalam merealisasikan pembangunan gedung tersebut.

“Ini adalah fasilitas yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat. Kehadirannya akan menjadi pusat pembinaan dan penguatan nilai-nilai keluarga di Pancung Soal,” ujar Bakri.

Dengan adanya Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung peningkatan layanan keagamaan, baik dari sisi kualitas maupun kenyamanan.

(WH).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *