Malam Semakin Larut, Boimau Tetap Temani Atlet NTT: Target PON 2028 Raih Emas!

Caption : Ketua Umum Persatuan Criket Indonesia dan Pengurus Criket NTT saat pelantikan Pengurus Criket NTT bbrp waktu lalu di Hotel Harper Kupang.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Meski malam sudah larut dan tubuh terasa lelah, Anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus Wakil Ketua Umum Kriket NTT, David Imanuel Boimau, A.Md, tetap hadir memberi semangat untuk para atlet Kriket NTT yang berkumpul dalam acara makan malam bersama di GOR Oepoi Kupang, Selasa (29/7/2025).

Bacaan Lainnya

Kehadirannya bukan sekadar simbolis. David menyatakan bahwa olahraga kriket telah menjadi cabang super prioritas dalam program Pemprov NTT.

“Sejak Kriket NTT menorehkan prestasi di PON Papua dan Sumut-Aceh, olahraga ini tak bisa dipandang sebelah mata. Kita sudah buktikan bisa harumkan nama NTT,” ujar David kepada wartawan.

Ia menyebut, sejak kesuksesan itu, perhatian pemerintah pusat makin besar, bahkan disertai koordinasi intensif dengan Kemenpora dan Pengurus Pusat Kriket Indonesia.

Kini, lanjut David, NTT sedang membangun venue kriket berstandar internasional di Oebelo, Kabupaten Kupang, sebagai persiapan menjadi tuan rumah PON 2028.

Pembangunan fasilitas latihan pun digalakkan, termasuk secara swadaya oleh para atlet dan pengurus. Sebuah bentuk penghargaan terhadap peraih medali perunggu dan perak di ajang nasional.

“Kami sepakat bangun fasilitas dengan dana pribadi, termasuk dana dari bonus prestasi atlet. Pemprov pun memberikan potongan harga untuk material dan dukungan teknis,” katanya.

Menurutnya, NTT punya peluang besar untuk raih emas jika menjadi tuan rumah PON 2028. Kuncinya ada pada pembinaan dan dukungan berkelanjutan.

“Kita tak bisa ragukan kualitas atlet kita. Mereka sudah terbukti. Sekarang giliran kita semua bantu lewat aksi nyata,” tegasnya.

David juga menambahkan bahwa ia hadir bukan semata sebagai pejabat, tapi sebagai pendukung sejati. Ia bahkan menyebut kriket sebagai olahraga masa depan NTT.

“Sebagai pelatih karate, saya paham proses latihan berat. Maka saya sangat apresiasi para atlet kriket yang semangatnya luar biasa,” katanya.

Ia pun berkomitmen bersama Ketua Umum Kriket NTT, Inche Sayuna, untuk terus mendorong regenerasi atlet dan peningkatan kualitas pelatihan.

“Bayangkan, banyak dari mereka masih SMA atau kuliah, tapi sudah mengharumkan nama daerah. Ini bukan hal biasa,” tambahnya.

David juga menyadari bahwa kriket termasuk olahraga yang mahal. Oleh karena itu, ia berharap penyebaran minat bisa menjangkau pelosok NTT.

“Bukan hanya di Kota Kupang. Kita ingin seluruh kabupaten/kota ikut kembangkan olahraga ini,” jelasnya.

Alasan dirinya memilih fokus di kriket pun sederhana: prestasi dan semangat para pelakunya menyentuh hati.

“Waktu diajak Ibu Ketua Umum, saya langsung tertarik. Apalagi saya lihat atlet kita bisa bersaing bahkan dengan fasilitas terbatas,” bebernya.

Ke depan, ia berencana menggandeng pelatih dari luar negeri, termasuk dari Australia dan India, dua negara yang terkenal kuat di olahraga kriket.

David berharap dukungan Pemprov dan Gubernur NTT terus berlanjut karena prestasi yang ditorehkan para atlet tak bisa dipandang remeh.

Sementara itu, salah satu atlet berprestasi, Presly Manaha, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari pengurus Kriket NTT.

“Saya tidak menyangka bisa didukung sebesar ini. Dukungan itu jadi energi buat kami bangun Kriket NTT,” ujar atlet asal Kisar itu.

Presly bercerita awal mula mengikuti kriket sejak SMP. Ia bahkan sempat merintis tim dengan semangat swadaya.

“Kami pernah ikut lomba di Jawa Barat, bentuk tim sendiri, latihan dengan alat seadanya. Tapi dari situ, muncul prestasi demi prestasi,” katanya.

Ia mengisahkan bagaimana timnya menorehkan sejarah mulai dari medali perak di Pra PON 2015, hingga medali di Kejurnas dan PON berikutnya.

“Tiga kali medali perak, dua kali perunggu. Target kami di PON 2028: emas untuk NTT!” tutupnya penuh semangat.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *