KUA Bungursari Teguhkan Spirit Ibadah Malam dalam Pembinaan Penyuluh

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Pembinaan rutin Penyuluh Agama Islam digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bungursari, Rabu (30/7). Kegiatan ini menekankan pentingnya qiyamul lail sebagai pondasi spiritual dalam dakwah dan pembinaan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, H. Agus Al-Amin, S.H hadir sebagai pemateri dengan mengangkat kajian dari Kitab Risalatul Mu’awanah karya As-Sayyid As-Syarif Abdullah bin Alwi bin Muhammad Al-Haddad. Kajian difokuskan pada halaman ke-8 yang mengupas keutamaan dan dampak besar dari amalan qiyamul lail.

“Qiyamul lail bukan sekadar ibadah malam, tetapi akhlak luhur yang menjadi kebiasaan para orang saleh sebelum umat Nabi Muhammad SAW,” ungkap Agus Al-Amin. Ia menegaskan bahwa ibadah ini merupakan cerminan ketulusan dan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia mengutip salah satu penggalan dalam kitab tersebut yang berbunyi:
“عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم، وقربة إلى ربكم، ومكفرة للسيئات، ومنهاة عن الإثم ومطردة للداء عن الجسد”
(“Biasakanlah qiyamul lail karena ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan kepada Tuhan, menghapus dosa, menjauhkan dari maksiat, dan mengusir penyakit dari tubuh.”)

Agus Al-Amin menyampaikan empat hikmah besar dari qiyamul lail. Pertama, ia merupakan warisan akhlak para shalihin. Kedua, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ketiga, dapat menghapus kesalahan. Keempat, memberikan manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental.

Keempat poin tersebut menurutnya harus menjadi karakter dasar bagi setiap penyuluh agama Islam. Dengan qiyamul lail, penyuluh dapat membentuk kepribadian yang kuat secara spiritual sekaligus tangguh dalam menjalankan tugas dakwah.

Pada akhir sesi, ia mengajak para penyuluh untuk tidak hanya memahami makna qiyamul lail, tetapi juga mengamalkannya secara konsisten. “Penyuluh bukan hanya pengajar, tetapi juga harus menjadi teladan. Salah satu bentuk keteladanan itu adalah menghidupkan malam dengan ibadah,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi penyegar ruhiyah dan motivasi bagi para penyuluh untuk terus memperkuat peran mereka di tengah masyarakat, dimulai dari penguatan pribadi melalui amalan malam.

(Kontribitor : Aceng/Yeni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *