Dari Surabaya Hingga Dili, KADIN NTT Memacu Mesin Ekspor dan Investasi Daerah

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Di tengah tantangan fiskal dan kebutuhan peningkatan daya saing, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar dua agenda strategis lintas wilayah: Forum Bisnis NTT–Jawa Timur di Surabaya dan Dili International Trade Expo 2025 di Timor Leste.

Bacaan Lainnya

Dua agenda ini digodok serius dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor KADIN NTT bersama Forum Komunikasi Asosiasi dan para ketua KADIN kabupaten/kota se-NTT.

Forum Bisnis NTT–Jatim dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Juli 2025 di Graha KADIN Jawa Timur. Agenda ini akan mempertemukan pelaku usaha dari dua provinsi dalam skema presentasi produk unggulan hingga business matching. KADIN NTT menggandeng KADIN Jatim dan Bank Indonesia sebagai fasilitator utama.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menyebut forum ini sebagai momen emas bagi pelaku usaha lokal.

“Kami ajak para pengusaha NTT untuk membuka jaringan lebih luas, menjalin relasi bisnis dengan pengusaha Jawa Timur, dan mengenalkan kekuatan produk kita,” kata Bobby.

Lebih dari sekadar temu bisnis, forum ini juga menjadi bagian dari strategi besar Gubernur NTT untuk menekan defisit. Bobby menjelaskan bahwa forum ini diarahkan untuk meningkatkan ekspor dan substitusi produk industri lokal.

“Kalau kita ingin mandiri, kita harus bangun hubungan dagang yang kuat, sekaligus tarik investor masuk,” tegasnya.

Ratusan pengusaha dari kedua provinsi dipastikan hadir.

Bobby menyebut sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga industri kreatif akan menjadi fokus kolaborasi.

“Kita ingin NTT tidak hanya dikenal sebagai pasar, tapi sebagai produsen yang bisa bersaing,” katanya.

Setelah forum di Surabaya, perhatian KADIN NTT beralih ke Dili. Dili International Trade Expo 2025 akan berlangsung 28 Agustus–2 September, digelar atas fasilitasi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor Leste. Ini adalah lanjutan dari kerja sama intensif KADIN NTT dengan otoritas ekonomi negara tetangga.

Rapat persiapan untuk agenda ini dipimpin langsung oleh Christopher Samara, Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Free Trade Zone. Ia menggarisbawahi pentingnya peran UMKM dalam forum ini.

“Pameran ini jadi etalase kita untuk menunjukkan kualitas dan potensi ekspor dari pelaku usaha kecil-menengah NTT,” ujarnya.

Christopher menyebut sudah ada puluhan produk dan UMKM yang siap berangkat ke Dili. Selain memamerkan produk, pelaku usaha juga dijadwalkan membuka jalur kerjasama dagang lintas negara.

“Kita ingin NTT menjadikan Timor Leste sebagai pintu gerbang ke pasar internasional lainnya,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri para tokoh penting asosiasi dunia usaha di NTT: Ketua INSA NTT Yusak Benu, Ketua Organda & Hiswanamigas Alain N Susanto, Ketua Aptrindo NTT David Ongkosaputra, ASITA NTT, PHRI NTT, JAPNAS NTT, dan perwakilan Dinas Perindag NTT serta Tim Bank Indonesia.

Sinergi yang dibangun KADIN NTT bukan sekadar seremonial. Ini adalah gerak taktis untuk mengangkat martabat ekonomi NTT ke level regional dan global. Dua forum ini bukan akhir, tapi awal dari peta jalan dagang yang lebih luas. NTT mulai menjemput peluang, bukan lagi menunggu.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *