Lisda Hendrajoni Berikan Arahan Pelatihan Kaji Cepat Bencana di Kantor BPSDM

SERGAP.CO.ID

PADANG SUMBAR, || Anggota DPR RI Komisi VIII, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr., memberikan pengarahan dalam kegiatan Pelatihan Kaji Cepat Bencana yang digelar di Gedung Sakato Komplek Kantor BPSDM Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (21/7).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Lisda menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan yang dinilainya sangat penting untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah rawan seperti Sumatera Barat.

“Ya, Sumatera Barat adalah salah satu provinsi dengan risiko tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga tsunami. Ini bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan ilmu, kesiapsiagaan, dan kolaborasi lintas sektor,” tegas Lisda.

Ia menyebutkan bahwa pelatihan kaji cepat bencana sangat dibutuhkan untuk memperkuat respon cepat dalam situasi darurat. Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu melakukan analisis cepat, menghasilkan data yang akurat, memperkuat koordinasi antar lembaga, serta memahami pentingnya aspek kemanusiaan dalam setiap proses tanggap darurat.

Lebih lanjut, Lisda mengungkapkan bahwa Komisi VIII DPR RI terus mendorong sejumlah langkah strategis dalam penanggulangan bencana. Di antaranya adalah peningkatan anggaran bagi daerah rawan bencana, penguatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Kebencanaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami juga terus mendukung pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah serta memperkuat kemitraan antara pemerintah dan relawan lokal, karena mereka terbukti menjadi garda terdepan saat bencana terjadi,” jelas Lisda.

Dalam penutupnya, Lisda Hendrajoni menekankan bahwa kaji cepat bukan sekadar teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab kemanusiaan.

“Dalam dunia kebencanaan, waktu adalah nyawa. Kaji cepat adalah instrumen penting untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Saya mengajak seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan serius, karena keahlian kalian kelak akan sangat menentukan dalam situasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif membangun Indonesia yang tangguh terhadap bencana, dimulai dari Sumatera Barat sebagai wilayah yang rawan namun memiliki semangat kuat dalam mitigasi.

Pembukaan Pelatihan Kaji cepat bencana tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat Dr. Ir. Desniarti M.M serta perwakilan dari BNPB RI Nurhasanah,
dan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, relawan, akademisi, hingga komunitas kebencanaan.

Sejumlah narasumber dari BNPB RI serta praktisi dan evaluator disiapkan pada kegiatan yang rencananya akan digelar hingga 25 Juli 2025 mendatang.

(WH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *