KUPANG, || Kejahatan siber semakin marak dan menargetkan nasabah bank, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Menyikapi hal ini, Bank NTT mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh nasabah agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang menyebar melalui pesan digital dan media sosial.
Melalui kampanye edukatif yang tengah digencarkan, Bank NTT memberikan sejumlah tips penting guna menghindari aksi kejahatan digital. Salah satu yang paling krusial adalah imbauan untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dari sumber tidak resmi. Banyak kasus peretasan akun nasabah berawal dari tautan yang menjebak.
Selain itu, nasabah diminta untuk tidak mengikuti arahan dari pihak yang tidak bisa diverifikasi sumbernya. Hanya kanal resmi Bank NTT yang boleh dijadikan rujukan saat menerima informasi terkait layanan perbankan. Semua komunikasi resmi hanya dilakukan melalui saluran yang telah ditentukan oleh bank.
Bank NTT juga mengingatkan nasabah agar tidak pernah memberikan informasi pribadi seperti PIN, kode OTP, atau nomor rekening secara sembarangan. Pelaku kejahatan siber kerap menyamar sebagai petugas bank untuk mengelabui korban dan memperoleh akses ke rekening mereka.
Untuk memfasilitasi keamanan dan memastikan informasi yang diterima benar adanya, Bank NTT menyediakan layanan verifikasi melalui Call Center resmi di nomor 14013 atau WhatsApp 08113814013. Nasabah bisa mengecek segala bentuk pesan mencurigakan melalui layanan ini sebelum mengambil tindakan.
“Kami ingin agar seluruh masyarakat NTT bijak dalam bertransaksi digital. Edukasi ini penting karena semakin banyak aktivitas perbankan dilakukan secara online,” ujar perwakilan Bank NTT dalam rilis resminya. Bank juga secara aktif mengirimkan imbauan kewaspadaan melalui kanal resmi WhatsApp.
Salah satu pesan yang dikirimkan berbunyi, “Waspada Penipuan! Jangan mudah percaya! Cek kebenarannya terlebih dahulu.” Pesan ini ditujukan untuk mengingatkan nasabah agar tidak gegabah dalam menerima informasi yang mengatasnamakan bank, apalagi jika berkaitan dengan data pribadi atau keuangan.
Bank NTT menyoroti berbagai modus penipuan yang sering digunakan, seperti permintaan update data, pemberitahuan hadiah palsu, dan permintaan kode OTP yang sebenarnya adalah akses ke akun pribadi.
“Sekali kode OTP diberikan, maka kendali bisa langsung jatuh ke tangan pelaku,” tegas pihak bank.
Lewat kampanye ini, Bank NTT tak hanya ingin melindungi nasabah, tapi juga memperkuat kesadaran masyarakat bahwa “Transaksi di Bank NTT – Membangun NTT.” Sebuah komitmen bahwa keamanan digital adalah bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif di era serba daring
(Dessy)






