KAB. PURWAKARTA, || Perayaan Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten Purwakarta tahun ini dikemas sangat istimewa, dengan rangkaian acara budaya, religi, hingga pemecahan rekor nasional. Mengusung tema “Ngurus lembur nata kota, Ngorek Purwakarta Istimewa”, puncak perayaan ini akan ditandai dengan upaya pemecahan Rekor MURI melalui kegiatan massal “Ngosrek” pada 22 Juli 2025, yang akan melibatkan 250.000 warga dari seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak 26 Juni 2025 dengan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1447 H yang membakar semangat warga. Disusul dengan ritual Mitembeyan pada 2 Juli di Masjid Agung Purwakarta, sebuah tradisi Sunda bermakna permulaan yang diawali dzikir, doa bersama, dan ziarah ke makam Syekh Baing Yusuf, sebagai simbol harapan dan penghormatan terhadap leluhur.
Tak hanya sarat makna spiritual, perayaan ini juga menyajikan hiburan dan kejutan budaya spektakuler. Mulai 18 hingga 20 Juli, warga akan disuguhi Pertunjukan Air Mancur Sri Baduga selama tiga malam berturut-turut, disandingkan dengan Wayang Golek pada 19 Juli yang akan dimeriahkan oleh artis papan atas Luna Maya—menyatukan warisan budaya dan nuansa modern dalam satu panggung.
Festival Budaya Nusantara juga turut digelar, menampilkan ragam budaya dari berbagai penjuru Indonesia. Selain itu, warga dapat menikmati Bazar Murah, serta mengikuti lomba Rias Gapura yang mempercantik wajah-wajah kampung dan kota. Perayaan ini menjadi ruang ekspresi kolektif antara warga, seniman, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) menegaskan bahwa Hari Jadi tahun ini bukan hanya seremoni, tetapi momen membangkitkan kebersamaan, kreativitas, dan penghargaan terhadap budaya lokal. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bisa dikenang warga, bukan hanya dirayakan, tapi dirasakan maknanya,” ujarnya.
Dengan konsep menyatukan nilai budaya, religiusitas, dan partisipasi massal, Hari Jadi Purwakarta 2025 menjadi contoh konkret bagaimana perayaan lokal bisa menjadi medium membangun identitas daerah dan menggerakkan masyarakat untuk ikut serta membentuk masa depan yang istimewa. Sebuah ajakan untuk ngarek Purwakarta—membangkitkan semangat, menyatukan langkah.
(Dewy)






