JAWA BARAT || Roni Mardian yang biasa disapa Mang Iyan, seorang warga Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu Bandung Barat, mampu menarik kembali kerinduang masyarakat pada cerita dongeng sunda seperti pada era tahun 70 sampai tahun 90han.
Pada masanya dongeng sunda diputar melalui radio yang dibawakan oleh sang legenda seperti Wa Kepoh, Mang Barna dan Mang Jaya, yang sangat digandrungi oleh masyarakat, namun lambat laun terkikis waktu dan ditelan zaman.
Kini dongeng sunda kembali hadir dengan gaya dan sajian baru, di era digital seperti sekarang, Mang Iyan membawakan dongeng sunda bukan sekedar didengarkan namun bisa ditonton bahkan dapat berinteraksi saling sapa antara pendengar dengan pembawa dongeng.

Melalu platform media sosial seperti tiktok, youtube dan facebook dengan nama chanal Kisah Tanah Sunda, dengan suara khasnya yang bergema Mang Iyan rutin membawakan dan mengunggah dongeng-dongeng sunda seperti “Gumilar, Si Buntung Jago Tutugan, Si Ruyung Kawung, Ratu Jin Toloheor, Nu Geulis di Pasir Ipis.
Bahkan disalahsatu dongennya yang berjudul Ratu Jin Toloheor, nama kunti cacih melekat dengan mang iyan, kerap kali warga yang menanyakan kunti cacih pada dirinya.
Dikutip dari chanal youtube Kisah Tanah Sunda miliknya, tujuan mang iyan membawakan dongeng-dongeng sunda tiada lain sebagai bentuk ngamumule warisan karuhun (menjaga tradisi warisan leluhur).
Keramahan dan kerendahan hati Mang Iyan serta lokasi kediaman yang berada dikaki Gununghalu dengan pesona pedesaan yang masih alami telah menjadi magnet tersendiri bagi para penggemarnya untuk dapat menginjakan kaki ke kediamannya.
Dilansir dari halaman Facebook Kisah Tanah Sunda, tidak sedikit penggemarnya dari berbagai kota datang berkunjung ke kerumahnya di Gununghalu untuk sekedar Bersilaturahmi, berbagi cerita, menikmati pesona alam pedesaan serta menikmati suguhan makanan khas sunda yang disajikan oleh keluarganya.
Bahkan belakangan ini mang iyan kerap kali mendapat undangan untuk mengisi diberbagai kegiatan acara untuk mengisi tausiyah, tentunya dengan ciri khas dirinya sebagai pembawa dongeng sunda yang dapat merubah suara.
Di era digital dongeng sunda yang dibawakan mang iyan bukan hanya sekedar dinikmati warga lokal, namun tidak sedikit pengunjung live tiktok Kisah Tanah Sunda dari berbagai mancanegara.
Kreatifitas Mang Iyan telah menunjukkan bahwa tradisi lisan dapat beradaptasi dengan teknologi modern tanpa kehilangan esensinya dan diharapkan hal tersebut dapat membawa dampak postif bagi kita dalam menjaga warisan tradisi leluhur.
(Cemoy)





