UPG 1945 NTT Tuntaskan Tahap Penjaringan Rektor Baru, Tiga Nama Siap Dipilih Senat

UPG 1945 NTT Tuntaskan Tahap Penjaringan Rektor Baru, Tiga Nama Siap Dipilih Senat

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Universitas PGRI (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur memasuki babak penting dalam proses regenerasi kepemimpinan.

Bacaan Lainnya

Bertempat di ruang sekretariat Badan Pengelola Harian (BPH) PGRI, panitia penjaringan dan penyaringan calon rektor telah resmi menutup masa pendaftaran dan menerima seluruh berkas dari para bakal calon rektor periode 2025–2030.

Tim sekretariat yang diketuai oleh Inggrid Pasumain, SE menyampaikan bahwa seluruh proses administrasi telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa tahapan penjaringan dan penyaringan dilaksanakan berdasarkan aturan internal serta mempertimbangkan tenggat masa jabatan rektor saat ini yang akan berakhir pada 14 Juni 2025.

“Penjaringan dan penyaringan bakal calon rektor UPG 1945 NTT untuk periode 2025–2029 dilakukan berdasarkan sejumlah ketentuan. Dasar utama adalah bahwa masa jabatan rektor saat ini akan berakhir pada tanggal 14 Juni 2025,” ujar Inggrid dalam keterangannya.

Inggrid menjelaskan bahwa masa pendaftaran dibuka sejak 3 Juni 2025 dan ditutup pada 7 Juni 2025. Selama periode ini, panitia menerima tiga pendaftar yang memenuhi syarat sebagai bakal calon rektor. Ketiganya adalah tokoh-tokoh yang telah dikenal dalam lingkungan kampus dan dunia pendidikan di NTT.

Adapun ketiga nama tersebut adalah Bapak David Selan, Bapak Uly Riwu Kaho, dan Bapak Darmanto Kisse. Ketiganya telah menyerahkan berkas lengkap dan telah diverifikasi oleh tim sekretariat tanpa kendala berarti.

Setelah tahap penjaringan ini, panitia akan menggelar rapat internal untuk membahas kelayakan administratif dan akademik para bakal calon. Hasil dari pembahasan ini akan dibawa ke tahap pemilihan oleh Senat UPG 1945 NTT yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Juni 2025.

Anggota panitia, Anglive Nappu, SE menjelaskan bahwa proses pemilihan merupakan tahap krusial yang sepenuhnya menjadi wewenang senat. Saat ini terdapat 21 anggota senat aktif yang akan memberikan suara untuk memilih satu nama dari tiga kandidat yang ada.

“Pemilihan ini murni dilakukan oleh senat. Saat ini terdapat 21 anggota senat UPG 1945 NTT yang akan memilih dari ketiga bakal calon tersebut untuk selanjutnya ditetapkan sebagai calon rektor periode 2025–2029,” terang Anglive.

Ia menambahkan, hasil pemilihan senat nantinya akan menjadi dasar pertimbangan BPH PGRI dalam menyusun rekomendasi resmi. Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pengurus Besar PGRI Pusat di Jakarta untuk proses pengesahan akhir.

Seluruh rangkaian ini, dari pembukaan pendaftaran, verifikasi berkas, hingga tahapan pemilihan, dijalankan secara terbuka dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku. Panitia berharap seluruh proses ini akan melahirkan sosok pemimpin visioner yang mampu membawa UPG 1945 NTT ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.

Dengan demikian, Universitas PGRI 1945 NTT saat ini berada dalam posisi strategis untuk menyambut rektor baru yang akan memimpin kampus selama lima tahun ke depan. Semangat perubahan dan komitmen terhadap kualitas pendidikan diharapkan menjadi semangat utama dalam transisi kepemimpinan ini.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *