Desakan Pencopotan oknum Camat Airsugihan:  Gelombang Protes, Dukungan Menggema, Bupati Di bawah Tekanan

Desakan Pencopotan oknum Camat Airsugihan:  Gelombang Protes, Dukungan Menggema, Bupati Di bawah Tekanan

SERGAP.CO.ID

KAB. OKI, SUMSEL, || Kecamatan Airsugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi sorotan tajam menyusul aksi damai ratusan warga pada Selasa, 20 Mei 2025.  Aksi yang diprakarsai Forum Masyarakat Airsugihan Bersatu (FMAB), melibatkan berbagai elemen masyarakat – organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat –  menuntut evaluasi kinerja dan pencopotan Camat Ardiles P. Rajo Siahaan.  Desakan ini, menurut Koordinator aksi FMAB, Efendi SB, merupakan manifestasi kekecewaan mendalam atas ketidakmampuan camat dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kami bukan hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga mendesak Bupati untuk bertindak tegas. Ketidakmampuan Camat Ardiles telah menimbulkan keresahan dan kerugian besar bagi masyarakat Airsugihan,” Tegas Efendi.

Efendi menambahkan, “Tuntutan ini merupakan suara bulat dari perwakilan 18 desa di Airsugihan yang berulang kali menyampaikan keluhan tanpa mendapat respons memadai.”  Tambahnya

“Camat seolah membangun tembok antara dirinya dan masyarakat. Sulitnya berkomunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat menunjukkan ketidakmampuannya memimpin,” Ungkap Efendi.

Desakan Pencopotan oknum Camat Airsugihan:  Gelombang Protes, Dukungan Menggema, Bupati Di bawah Tekanan

Saiful Anwar, Ketua Ikatan Keluarga Besar Airsugihan (IKBAS), menyatakan, “Bukannya menjadi penengah, Camat justru terlihat berpihak kepada perusahaan, mengabaikan kepentingan dan keluhan warga. Ini sangat tidak profesional!”

Dedi Koswanto, salah satu kordinator aksi,  menekankan, “Kawanan gajah merusak tanaman dan mengancam nyawa warga, tapi Camat seakan masa bodoh. Kami merasa terabaikan dan tidak terlindungi.”Ujarnya.

Efendi menambahkan, “Banyaknya kepala desa yang bermasalah menunjukkan lemahnya pengawasan dari Camat. Ini menunjukkan kegagalan dalam menjalankan tugas memimpin dan membina.”Imbuhnya

Ketidakhadiran Camat dalam dua kali pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati OKI tahun 2024 semakin memperkuat dugaan ketidakseriusan dan kurangnya komitmen terhadap pembangunan wilayah.

Isu tentang dugaan penyalahgunaan wewenang dan penerimaan upeti dari perusahaan juga menjadi sorotan dan memperkuat desakan pencopotan Camat Ardiles.

 Ikatan Keluarga Besar Macan Lindungan Sumatra Selatan (IKBML Sumsel), melalui Sekretaris Jenderal Eli Ermadi, mengeluarkan pernyataan resmi. 

“IKBML Sumsel mencermati aksi damai yang dilakukan masyarakat Airsugihan. Aksi ini menunjukkan adanya kekecewaan mendalam dan permasalahan serius yang perlu ditangani dengan segera,” Paparnya Eli Ermadi selasa/20/05/2025 Pukul 15:30 WIB Di Kayuagung

Meskipun tidak secara langsung menuntut pencopotan, IKBML Sumsel menekankan perlunya tindakan tegas dari pemerintah daerah.  Mereka menyoroti ketidakmampuan Camat dalam menangani konflik, kurangnya responsivitas, dan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.

“IKBML Sumsel mendorong pemerintah daerah untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kinerja oknum Camat Airsugihan. Tindakan tegas dan terukur perlu diambil untuk memastikan pelayanan publik yang optimal dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” Pungkasnya Eli Ermadi.

Aksi damai yang berlangsung tertib dari pukul 09.30 hingga 12.00 WIB diakhiri dengan penyerahan surat pernyataan tuntutan kepada perwakilan pemerintah daerah. FMAB berkomitmen mengawal proses ini hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Dukungan dari IKBML Sumsel semakin meningkatkan tekanan pada Bupati Muchendi Mahzareki SE, MSi, untuk merespon tuntutan tersebut.  Publik menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan di Kecamatan Airsugihan dan memastikan pelayanan publik yang lebih baik bagi warganya.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *