KUPANG, || Suasana Paskah di Kabupaten Kupang tahun ini terasa berbeda.
Sejahtera Land Oetalu, kawasan perumahan yang dikelola oleh Bobby Lianto, menyuguhkan perayaan yang spiritualitas melalui Festival Giant Cross.
Lomba Giant Cross yang berlangsung di kompleks Sejahtera Land-Oetalu ini terbuka untuk umum dan tidak memandang latar belakang denominasi gereja.
Digelar secara gratis, kegiatan ini menjadi ajang inklusif yang mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk merayakan Paskah dengan semangat kebersamaan dan kreativitas.
Menurut Bobby Lianto, lomba ini memanfaatkan jalur salib besar yang membentang di kawasan Sejahtera Land kiri dan kanan sebagai simbol kontemplasi iman.
“Ini perdana kali dibuat tahun ini. Meskipun masih awal, ada 12 peserta lomba Giant Cross. Tahun depan saya yakin akan lebih banyak lagi,” ujar Bobby yang juga Ketua Umum Kadin NTT.
Lianto menambahkan ini akan menjadi icon dan daya tarik di kabupaten kupang.
” ini merupakan cara tersendiri merayakan paskah, menghayati dan meresapi momentum paskah” tambahnya.
Tidak berhenti di kegiatan Giant Cross, Bobby juga mengumumkan bahwa festival akan dilanjutkan dengan lomba offroad pada 9 hingga 11 Mei 2025.
Kejuaraan ini akan dilangsungkan di lokasi yang sama, mempertegas keberanian Sejahtera Land menggabungkan nilai spiritual dengan adrenalin olahraga otomotif.
“Kami ingin menjadikan Sejahtera Land sebagai ruang publik yang tidak hanya religius, tetapi juga inovatif. Ini adalah bentuk perayaan Paskah yang relevan dan menyentuh semua kalangan,” imbuh Bobby.
Lomba Giant Cross tahun ini menitikberatkan pada empat kriteria penilaian utama: keindahan, material, konsep, dan pesan spiritual.
Bobby pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan lengkap dengan Kegiatan Kebangunan Rohani (KKR) sebagai tolok ukur kualitas.
Pemenang lomba tahun ini, Alan Meruk dari Blok J, mengaakan tema pemilihan lomba bebas mulai dari Yesus Berdoa, Menyerahkan Diri, hingga Naik ke Surga.
Ia mengaku puas atas hasil karyanya yang dikerjakan selama dua minggu dengan biaya pribadi sekitar Rp5 juta, meski terkendala hujan.
“Ini benar-benar penuh perjuangan. Tapi saya puas karena bisa mengekspresikan iman dan kreativitas saya. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak peserta muda,” kata Alan dengan penuh semangat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bobby Lianto dan seluruh tim Sejahtera Land yang telah menciptakan wadah kreatif bagi generasi muda untuk memaknai Paskah secara mendalam dan berbeda.
“Bersyukur lewat kegiatan ini kami bisa memaknai pengorbanan Yesus Kristus dengan cara yang baru dan menyenangkan. Terima kasih secara khusus buat Sejahtera Grup dan semua yang terlibat,” tutupnya.
Menariknya, seluruh jalur Giant Cross dihiasi ornamen warna-warni yang bersinar di malam hari. Tidak hanya dikerjakan oleh umat Kristiani, kegiatan ini turut melibatkan warga dari berbagai latar belakang, memperkuat semangat toleransi dan gotong royong di tengah masyarakat Kupang.
(Desy)






