500 Peserta Ikuti Pelatihan BTQ, Wujud Komitmen Perkuat Generasi Qur’ani di Bandung

500 Peserta Ikuti Pelatihan BTQ, Wujud Komitmen Perkuat Generasi Qur’ani di Bandung

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, || Sebanyak 500 peserta mengikuti Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Majelis Taklim (KKMT) Kota Bandung di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kamis, 1 Mei 2025.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, khususnya dalam aspek metode pengajaran, pendekatan pedagogis, serta penguasaan ilmu-ilmu dasar seperti tajwid, makhraj, dan penulisan huruf hijaiyah.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang hadir dalam pembukaan kegiatan menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bukti nyata dari komitmen kolektif masyarakat dalam memperkuat kapasitas keagamaan dan pendidikan spiritual.

“Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari capaian ekonomi dan teknologi, tetapi juga dari kekuatan spiritual dan akhlak masyarakatnya,” ujar Erwin.

500 Peserta Ikuti Pelatihan BTQ, Wujud Komitmen Perkuat Generasi Qur’ani di Bandung

Ia juga mengingatkan kembali bahwa Al-Qur’an memiliki peran sentral sebagai pedoman hidup, pembeda antara kebenaran dan kebatilan, sekaligus penyejuk hati. Dalam konteks ini, Erwin menilai peran KKMT sangat vital, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, etika sosial, dan penguat ukhuwah Islamiyah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya eksistensi majelis taklim di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama bagi generasi muda yang kerap terpapar arus informasi dan gaya hidup yang menjauhkan dari nilai-nilai Islam.

“Dalam situasi seperti ini, keberadaan majelis taklim sangat strategis sebagai garda terdepan dakwah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Erwin mengajak para peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum kebangkitan generasi Qur’ani yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga mampu menyebarkannya ke lingkungan sekitar.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri, namun dapat ditularkan kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

(Dwy)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *