KUPANG, || Sekitar 776 siswa SMAN 7 Kupang menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan di sekolah tersebut. Ini menjadikan SMAN 7 Kupang sebagai salah satu dari tiga SMA di Kota Kupang yang terpilih menjalankan program nasional ini, selain SMAN 8 dan SMAN 2 Kupang.
Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi siswa. Ia mengatakan, program MBG sangat membantu siswa yang belum sempat sarapan pagi untuk tetap mendapat asupan bergizi.
“Hari ini kami merasa istimewa karena mendapat kunjungan langsung dari Bapak Gubernur. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap gizi anak-anak sekolah,” kata Wemvrid, Senin (28/4).
Menurut Wemvrid, pihak sekolah berkomitmen mendukung program ini dengan penuh, dan mendorong siswa untuk bersyukur serta tekun belajar demi meraih cita-cita.
“Harapan saya, siswa-siswi harus bersyukur dengan adanya perhatian ini dan membalasnya dengan belajar tekun,” tutupnya.
Program MBG yang dilaksanakan di SMAN 7 Kupang menjadi bagian dari pelaksanaan prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara khusus hadir untuk meninjau langsung pelaksanaan uji coba MBG di SMAN 7 Kupang.
Dalam kunjungannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya memastikan makanan bergizi yang diberikan benar-benar aman, bergizi tinggi, dan layak dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
“Hari ini saya hadir khusus di SMA 7 Kupang untuk melihat bagaimana pelaksanaan MBG, salah satu sekolah target kita di Kota Kupang,” jelas Melki.
Ia sangat mengapresiasi antusiasme siswa yang tampak gembira menikmati makanan bergizi yang disediakan.
“Kita sangat mengapresiasi hal ini, karena saat pembagian tadi, Puji Tuhan anak-anak sangat antusias,” ujar Melki di halaman SMAN 7 Kupang.
Melki juga menegaskan bahwa program ini tidak berhenti di SMAN 7 saja, melainkan akan meluas ke semua tingkatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA/SMK di seluruh NTT.
Menurutnya, pelaksanaan MBG di NTT akan dikawal ketat oleh SPPI dan BPOM Kupang untuk memastikan semua makanan aman dan sesuai standar gizi nasional.
“Saya pastikan lagi, ini dipantau BPOM Kupang. Gizi, keamanan, dan kualitas makanan harus terus dijaga. Sejauh ini semua sesuai dengan prosedur dari pusat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ronny Lasu dari Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Maulafa, yang menjadi mitra penanggung jawab dapur MBG, menjelaskan seluruh pengantaran makanan pada hari itu berjalan lancar.
“Total pengantaran hari ini sekitar 3.403 paket makanan dan semuanya berjalan lancar,” kata Ronny.
Ia mengakui, ini merupakan masa uji coba awal (running awal) di hari kelima, sehingga evaluasi terus dilakukan untuk memperbaiki segala kekurangan.
Ronny juga menambahkan bahwa program MBG tidak hanya menyasar SMA, tapi juga TK, PAUD, SD, SMP, dan bahkan posyandu untuk ibu menyusui.
Adapun titik-titik pengantaran meliputi SMAN 7 Kupang, TK Kristen Tunas Pemulihan, TK Solideo, TK Kristen Immanuel Oepura, SD GMIT Oepura, SDN Sikumana 1, SD Inpres Sikumana 3, SMPN 3 Kupang, serta sejumlah Posyandu.
Program MBG ini dinilai strategis dalam upaya pemerintah menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas dari wilayah timur Indonesia.
Dengan pelaksanaan yang diawasi ketat, MBG diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masa depan pendidikan dan kesehatan anak-anak NTT.
(Desy)






