KAB. BEKASI, || Mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menjalankan program SEHATI TOGA (Sehat Bersama dengan Edukasi DAGUSIBU dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga) di Desa LengahJaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga mengajarkan strategi literasi keuangan digital agar masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi.
Mengenalkan TOGA sebagai Solusi Sehat dan Peluang Usaha
Kesehatan menjadi bagian penting dalam kehidupan, namun banyak masyarakat yang masih kurang memahami cara menggunakan obat dengan benar. Lewat program ini, mahasiswa KKN Unsika Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi memberikan edukasi tentang prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat yang bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mengenalkan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif pengobatan alami. Dengan banyaknya tanaman berkhasiat di sekitar, warga diajak untuk mengolahnya menjadi produk herbal yang bernilai jual. Kegiatan ini dipandu oleh Nurhadis, yang merupakan pemateri dalam sosialisasi SEHATI TOGA. Ia menjelaskan berbagai manfaat tanaman obat yang bisa dimanfaatkan sehari-hari serta cara mengolahnya menjadi produk bernilai jual.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Curcumilky, minuman sehat berbahan kunyit dan susu yang dikemas dengan tampilan menarik.
“Awalnya saya hanya tau kunyit bisa dijadikan jamu. Ternyata kalau diolah dengan cara yang lebih modern seperti ini, rasanya lebih enak dan bisa dijual juga,ya.” ujar salah satu peserta pelatihan.
Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung aktif, di mana warga banyak bertanya tentang cara mengolah TOGA menjadi produk yang awet dan mudah dijual. Salah satu peserta menanyakan apakah Curcumilky bisa dibuat tanpa susu karena beberapa orang memiliki alergi. Nurhadis menjawab bahwa kunyit bisa dikombinasikan dengan bahan lain seperti madu atau jahe untuk menciptakan varian rasa yang tetap enak dan sehat.
Selain edukasi kesehatan, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan mengenai strategi pemasaran digital agar masyarakat, terutama pelaku UMKM, agar bisa memasarkan produk mereka secara lebih luas. Sesi literasi keuangan ini dipandu oleh Dr. Tiar Lina Situngkir, S.E., M.M., yang sekaligus merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unsika Desa Lenggahjaya, menjelaskan pentingnya memahami transaksi digital dan memanfaatkan teknologi dalam mengelola keuangan usaha.
Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami konsep dasar pembayaran digital. Salah satu warga bertanya, “Bagaimana jika saya tidak memiliki rekening bank, apakah tetap bisa menggunakan transaksi digital?” Dr. Tiar Lina Situngkir menjelaskan bahwa kini sudah banyak aplikasi dompet digital yang bisa digunakan tanpa harus memiliki rekening bank, sehingga memudahkan para pelaku usaha kecil untuk menerima pembayaran secara elektronik.
Warga juga diajak mencoba langsung bertransaksi secara digital menggunakan QRIS. Dengan cara ini, mereka tidak hanya memahami teori tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Program SEHATI TOGA ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Lengah Jaya untuk lebih sadar akan pentingnya kesehatan serta mampu mengembangkan usaha berbasis TOGA dengan pemasaran digital.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya mengonsumsi TOGA untuk kesehatan, tetapi juga melihat peluang usaha dari tanaman obat ini. Dengan pemasaran digital, produk mereka bisa lebih dikenal luas dan meningkatkan perekonomian desa” ujar Hadi, salah satu mahasiswa KKN Desa Lenggahjaya sekaligus pemateri dalam kegiatan sosialisasi.
Dengan adanya sinergi antara kesehatan dan teknologi, program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN dapat berkontribusi dalam membangun desa yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
(Mamun)






