JAKARTA , || Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sabhayatama IPDN Kampus Jakarta, Polri dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) membahas proses Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN Tahun 2024.
Rapat ini melibatkan sejumlah pejabat kunci dari IPDN dan Polri, termasuk Rektor IPDN Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo, M.M., serta Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. I Gusti Gede Maha Andika Jaya.
Berlandaskan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.2.2/2290/SJ yang diterbitkan pada 15 Mei 2024, Polri dipercaya untuk melaksanakan tahapan seleksi kesehatan dan psikologi di 38 Polda di seluruh Indonesia.
Brigjen Pol. dr. I Gusti Gede Maha Andika Jaya mengungkapkan hasil pemeriksaan kesehatan dari 2.150 peserta yang terdaftar, dengan 2.108 di antaranya hadir. Dari jumlah tersebut, 1.586 peserta dinyatakan memenuhi syarat, sementara 522 peserta tidak lolos.
“1.493 peserta dinyatakan lulus tes kesehatan Tahap I dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya,” jelas Brigjen Pol. dr. I Gusti Gede Maha Andika Jaya.
Kombes Pol Fadly Samad, Kabag Diapers Biro Dalpers SSDM Polri, menjelaskan bahwa seleksi calon praja IPDN mencakup pemeriksaan kesehatan, psikologi, dan assessment.
“Seleksi ini merupakan gabungan dari berbagai aspek, dengan beberapa bagian dilakukan oleh biro psikologi Polri yang memiliki assessment centre di setiap Polda,” kata Kombes Pol Fadly Samad.
Prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) diterapkan dalam sistem rekrutmen Polri untuk memastikan integritas dan objektivitas dalam seleksi. Peserta yang lulus tes kesehatan akan melanjutkan ke tes psikologi dan penilaian integritas serta kejujuran.
Informasi lengkap mengenai hasil pemeriksaan kesehatan dapat diakses melalui website IPDN di https://spcp.ipdn.ac.id/2024/ mulai tanggal 13 Agustus 2024. Gladi jaringan dan kelistrikan untuk tes psikologi dijadwalkan pada 19 Agustus 2024, dengan tes psikologi itu sendiri dilaksanakan pada 20 Agustus 2024.
Dengan tahapan seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan calon praja IPDN yang terpilih akan memenuhi standar tinggi yang dibutuhkan untuk membentuk pemimpin masa depan Indonesia.
(Dessy)






