Rahasia Kelam Kepala Desa Balian: Skandal Perselingkuhan yang Membayangi Desa

Rahasia Kelam Kepala Desa Balian: Skandal Perselingkuhan yang Membayangi Desa

SERGAP.CO.ID

OGAN KOMERING ILIR, || Dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Balian, Dono, kembali menjadi sorotan publik. Setelah video yang memperlihatkan dugaan perselingkuhannya dengan keponakan sendiri viral, terungkap bahwa tindakan amoral tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh Dono. Warga Desa Balian mengaku bahwa Dono telah berulang kali melakukan perselingkuhan dengan janda dan istri orang di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Perilaku Dono yang dinilai tidak pantas bagi seorang kepala desa telah menimbulkan rasa malu dan kekecewaan di kalangan warga.

“Akibat ulahnya yang tidak mencerminkan selaku Kades, membuat kami malu. Setiap kami keluar dari desa, selalu ditanya orang lain soal dugaan perselingkuhan oknum Kades kami,” ungkap salah satu warga Desa Balian yang enggan disebutkan namanya.

Selain rasa malu, dugaan perselingkuhan Dono juga dianggap mencoreng nama baik pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Warga Desa Balian menuntut agar Dono segera mundur dari jabatannya.

“Kami malu, hal ini menjadi tamparan telak buat kami warga desa Balian. Dan perbuatanannya juga sudah mencemarkan nama baik desa kami,” tegas warga tersebut.

Camat Mesuji Raya, Edi, membenarkan dugaan perselingkuhan Dono. Saat dihubungi melalui telepon untuk konfirmasi lebih lanjut, pernyataan camat Kepada media ini, Dono tidak menjawab panggilan. Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Febriansyah dari PDIP, juga ikut menyoroti kasus ini. Ia menilai bahwa perselingkuhan adalah tindakan amoral yang melanggar etika seorang kepala desa. Febriansyah mendesak Camat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk mengambil tindakan tegas terhadap Dono, bahkan hingga pemberhentian dari jabatannya.

“Perbuatan Dono telah mencoreng dan mempermalukan nama baik pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Ia tidak pantas lagi menjadi pamong di tengah-tengah masyarakat,” tegas Febriansyah.

Kasus ini menjadi bukti bahwa perilaku seorang pemimpin dapat berdampak besar bagi masyarakat. Dono yang seharusnya menjadi panutan dan contoh bagi warganya justru melakukan tindakan yang tidak terpuji. Tindakan tegas dan transparan dari pihak terkait diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin mereka.

Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumsel (SPM) Yovie Meittaha memberikan sorotan tegas terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kepala Desa Balian, Dono. Menyikapi perilaku amoral yang dilakukan oleh Dono, SPM Yovie Meittaha menyatakan kecaman yang keras terhadap tindakan tersebut.

“Dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kades Balian, Dono, merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Seorang pemimpin harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan malah terlibat dalam perilaku yang merugikan dan tidak bermoral,” ujar pernyataan resmi dari SPM Yovie Meittaha.

SPM Yovie Meittaha menegaskan bahwa tindakan perselingkuhan Dono telah mencoreng nama baik pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan merugikan warga Desa Balian. Mereka menuntut agar Dono segera mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa.

“Kami sebagai Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumsel menuntut agar tindakan tegas diambil terhadap Dono. Perselingkuhan adalah tindakan amoral yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. Kami mendukung langkah-langkah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang bersih dan bermoral,” tambah pernyataan tersebut.

SPM Yovie Meittaha juga menyerukan agar pihak terkait, seperti Camat Mesuji Raya dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), mengambil langkah-langkah tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. Mereka menekankan pentingnya integritas dan moralitas dalam kepemimpinan untuk menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *