KUPANG, || Terkait Polemik Tabungan Rakyat Perumahan (Tapera) yang menuai pro-kontra, Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) NTT, Bobby Lianto MM., MBA meminta Pemerintah untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat secara masif termasuk hal teknis penyelenggaraan Tapera.
Demikian disampaikan Bobby Lianto kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (6/6).
Menurutnya Kebijakan pemerintah sudah tepat karena mempersiapkan setiap karyawan untuk memiliki rumah tinggal.
Namun, perlu ditinjau ulang Pemerintah Pusat karena menimbulkan masalah antara pangusaha dan karyawan.
“Memang kebijakan ini Benar mendidik pekerja menabung rumah ,tetapi ada pendobelan disini, yang mana iuran BPJS sudah ada iuran perumahan, ditambah lagi iuran Tapera Lagi. Seharusnya Tidak ada pendobelan antara keduanya sehingga tidak pembebanan pembayaran bagi perusahaan maupun pekerja” Ungkapnya.
Menurutnya lagi, program Tapera ini sebenarnya sudah ada dimana disebut Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil disingkat BAPERTARUM yang sudah dilaksanakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun Sekarang melibatkan seluruh tenaga swasta.
” ini sebenarnya disebut gotong royong dimana pemerintah meminjamkan uang dalam membantu pekerja memiliki rumah dengan pemberian uang Muka terlebih dahulu kemudian pembayaran secara cicil”tambahnya.
Dia pun mengakui kalau Tapera membawa manfaat khususnya NTT karena pekerja level kebawah lebih merasakan keuntungan dibandingkan Kelas menengah.
” Kalau kita lihat banyak pekerja tidak fokus dengan memiliki rumah kecuali dibutuhkan dibandingkan dengan Kost-kosan.Nah, Negara yang baik harus mendorong masyarakat sadar untuk memiliki perumahan atau aset sehingga jika sesuatu terjadi, pekerja sudah memiliki rumah”ungkapnya.
Diakhir wawancara Bobby menuturkan gaya hidup seseorang yang harus diubah dengan gaya hidup menabung.
(Dessy)






