KAB. PESISIR SELATAN, || Banjir yang melanda Nagari Api-api Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang terjadi Pada hari Kamis 7 Maret 2024, Pukul 22,00 Wib yang dilaporkan hilang terseret arus banjir.
Warga hilang / hanyut laki – laki atas nama Amrisal umur (65), Suku Tanjung, pekerjaan tani, yang beralamat di Kampung Tanjung Muara Nagari Api-api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan sampai sekarang belum ditemukan akibat derasnya air hujan yang turun semalaman.

Dalam Kronologis kejadian, sekitar pukul 22,00 Wib korban berangkat dari rumah mau melihat ternak lembunya yang di kandangkan di Tanjung Muaro Nagari Api- Api.
Sementara dipagi harinya istri korban pergi kerumah saudara korban di Olo Muaro Api-api menanyakan korban tentang keberadaan suaminya yang tidak pulang dari semalam, Namun informasi yang di dapat dari keluarga korban telah hayut di bawa arus sungai karena senter/batrai yang di bawa korban di temukan di Muaro Pasar Baru oleh warga setempat dan termasuk ternak lembunya masih dalam keadaan selamat sebanyak tiga ekor mendengar hal tersebut istri korban menangis tragis dan trauma.

Selanjutnya sampai saat ini, masyarakat setempat masih dalam pencarian korban dengan alat seadanya, sambil menunggu bantuan dari pihak pemerintah.
Bencana banjir juga mengakibatkan, dua pondok tempat usaha Saudara Zul dan satu rumah di kabarkan hanyut di bawa arus gelombang laut Pantai Nagari Api-api, Kecamatan Bayang.
Menurut keterangan dari beberapa warga setempat, Sebanyak 45 KK (Kepala Keluarga) warga Kampung Muaro Api-api rumahnya terendam air setinggi satu meter di saat malam kejadian.

Dalam kejadian bencana banjir ini, Aliran lampu PLN selama dua hari mati total, Alhamdulillah sekarang sudah normal Kembali. “Katanya warga Sabtu 09/03/2024.
Sementara Aziyul Nafri Walinagari Api-Api Pasar Baru, Kecamatan Bayang membenarkan, satu warga kampung muara Api-api hilang diseret arus air bah, masyarakat masih melakukan pencarian, dan kita masih mendata dan melihat kondisi korban banjir dilokasi, bersama unsur pemerintah Nagari untuk kita laporkan kepada pimpinan. “UJarnya kepda wartawan.
(Wempi Hardi)





