Perkuat Kerja Sama Bilateral RI-RDTL di Bidang Peternakan: Forum Diskusi Fokus Bahas Kebijakan Ekspor Impor

Tampak Plt. Kepala Karantina NTT,Plt Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Khaeruddin, S.P., M.Si. memberikan paparan mengenai kebijakan ekspor impor untuk peningkatan kerja sama peternakan antara RI dan RDTL .

SERGAP.CO.ID

KEFAMENANU, || Paparan Plt. Kepala Karantina NTT mengenai kebijakan ekspor impor untuk peningkatan kerja sama peternakan antara RI dan RDTL menjadi sorotan utama dalam Forum Group Discussion yang penuh keakraban. Konsep zero risk Provinsi NTT terhadap PMK diapresiasi sebagai langkah efektif dalam mitigasi risiko. Diplomatik dan analisis risiko menjadi kunci dalam memperkuat kerja sama ini, dengan dukungan dari Duta Besar RI untuk RDTL, Bapak Okto Dorinus Manik, dan tanggapan serius dari Wapres REAOA RDTL, Bapak Maximiano Neno. Harapan Wakil Bupati TTU adalah menghasilkan gagasan inovatif dan solusi untuk mendukung potensi ekspor impor antara kedua negara.

Bacaan Lainnya

Dalam konteks ini, Duta Besar RI untuk RDTL, Bapak Okto Dorinus Manik, menegaskan urgensi peningkatan kerja sama di bidang peternakan, mengingat wilayah Oecusse memiliki sumber daya peternakan yang melimpah. Meskipun Provinsi NTT telah menerapkan konsep zero risk terhadap PMK, Bapak Manik menyarankan pertimbangan untuk memberikan relaksasi dan kebijakan khusus dalam ekspor impor peternakan terhadap RDTL.

Wapres REAOA RDTL, Bapak Maximiano Neno, menyambut Forum Group Discussion ini dengan serius, mengakui dampak positif bagi kedua negara. Beliau menekankan bahwa warga RDTL menerapkan prinsip Tara Bandu, yaitu larangan terhadap kegiatan ilegal di perbatasan terkait hewan dan produk pertaniannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati TTU berharap bahwa pertemuan ini dapat menciptakan gagasan inovatif dan solusi implementatif untuk mendukung potensi ekspor impor antara RI dan RDTL. Forum ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Plt. Kepala Karantina NTT, jajaran Dirjen Pertanian Peternakan dan Perikanan Timor Leste, serta pimpinan instansi terkait di Pemprov NTT dan Kabupaten NTT.

Focus Group Discussion ini bukan hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral. Keakraban antara kedua negara terlihat dalam kehadiran Dubes RI RDTL, Wapres REAOA, Wakil Bupati TTU, serta berbagai jajaran pimpinan BUMN, TNI, dan Polri setempat.

Dengan demikian, keseriusan dan keakraban dalam Forum Group Discussion ini menciptakan momentum positif untuk memperdalam dan mengimplementasikan kerja sama di bidang peternakan antara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *