SERGAP.CO.ID
OPINI, || Jika melihat pengalaman dan memantau juga merasakan daripada kehidupan di dunia politik saat ini. sudah sekian tahun dan sekian abad dan sekian Periode yang dirasakan bangsa ini, belum ada para calon dewan dan calon Presiden dan calon calon lainnya, jika.sudah terpulih dan menjadi pejabat publik dan mendudukinya hingga priode demi periode mereka lalui dan jalankan.
Semua itu hanya tuntuntam daripada tugas pokok.dan fungsi mereka dalam mempertanggungjawabkan atas komitmen yang dibust oleh sistem Negara dan bukan lagi berbicara rakyat indonesia akan tetapi membahas bagaimana indonesia ini maju dan berkembang.
Lalu dimana hati nurani para pemimpin Bangsa yang dulu, kasak kusuk, iming iming kepada rakyatnya untuk bisa sejahtera dan nyaman juga tentram di Negeri sendiri.
Kemerdekaan yang bagaimana yang diharapkan Rakyat ini, Jangan sampai Rakyat ini, menjadi ajang politik praktis dan hanya dimanfaatkan oleh semua Oknum cslon politik yang ada di seluruh Indonesia.
Aturan dilanggar, komitmen di abaikan nurani tidak dipakai, ambisi yang dikedepankan, sadarkan wahai para kaum politik praktis dan menggiurkan ini, membuat masyarakat menjadi terbuai dengan semuavjanji manis dan harapan hampa juga palsu.
Mau kalian bawa kemana nasib rakyat ini, sampai kapan politik setan ini kalian lakukan dengan masiv.
Rakyat sudah cape, masyatakat sudah lelah, warga tidak lagi mau dibodohi dengan segala macam bentuk alat politik dan harapan pantastis.
Justru sekarang, rakyat Indonesia akan lebih pintar dan bijaksana, manakala para calon pemimpin bangsa ini dapat memberikan terobosan hidup kepada bangsa Indonesia.
Semisal, rakyat dibuat tenang, dibuat nyaman dan dibuat tentram, dalam kategori murni tidak ada unsur kepentingan tanda kutif. (“)
Mau sampai kapan dan dmn juga mengapa rakyat menja sasaran objek semua kepentingan para oknum politik tersebut.
Oknum tim dan relawan juga apapun bentuk dan nama itu sebagai alat kemenangan demi tujuan mereka agar harapan semua terwujud.
Allah pemulik alam ini akan marah dan akan murka bilamana Rakyat yang di manfaatkan untuk kepyadan oknum tersebut. maka dengan otomstis. kata kuncinya. Menuju kehancuran dan menuju perbsikan. pilih diamtara dua itu.
Ambisi yang salah akan menghasilkan buah yang salah juga. begitupun sebaliknya. nah sama dengan hati manusiapun begitu .
Hati merupakan Horizontal dan kuat betkata dengan Sang Kholik. ketika umatnya terzdolimi maka hati berkata langsung dengan sang maha kuasa maka allah akan kabulkan semua niat baiknya.
Dengan demikian, buanglah memperolok olokan rakyat yang suci dan murni hatinya, jangan dicampuri dengan hal2 yang kotor dan merusak mental rakyat.
Jangan membuat perpecahan di negeri sendiri dan jangan jadikan rakyat teroecah belah hanya membela sekelompok umat yang ambisi untuk memimpin bangsa.
Kasihanilah rakyat Indonesia, kebodohan apa lagi yang ingin kalian inginkan. biarkan rakyat tenang, tentram dan damai. itu lebih baik.
( Dewi Apruatin Awak Media ** )






